SIBURIAN, YOLANDA A. (2019) UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Christm) Roscoe) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) DENGAN ASAM MEFENAMAT SEBAGAI PEMBANDING. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 1 DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (449kB)
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 2 BAB I.pdf - Published Version
Download (157kB)
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 3 BAB II.pdf - Published Version
Download (311kB)
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 4 BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (90kB)
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 5 BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (131kB)
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 6 BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (84kB)
030 KTI YOLANDA A.SIBURIAN FILE 7 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (678kB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efek analgetik ekstrak Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria (Christm) Roscoe) menggunakan metode rangsang kimia. Metode ini dilakukan dengan melihat efek penghilangan rasa sakit setelah pemberian asam asetat secara intraperitoneal kepada mencit (Mus musculus). Efek rasa sakit yang ditimbulkan akibat pemberian asam asetat akan menyebabkan kontraksi dinding sel perut, sampai kepala, kaki yang tertarik ke belakang dan perut yang menyentuh dasar kandang. Simptom ini dinamakan writhing reflex dan dapat dieliminasi dengan analgetik. Analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah writhing reflex (geliat) setelah pemberian ekstrak dengan Mefenamat sebagai kontrol positif dan CMC sebagai kontrol negatif. Penelitian menggunakan 15 ekor mencit dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I diberi suspensi asam mefenamat, kelompok II, III, dan IV diberi kan suspensi EERTP dengan konsentrasi 6%, 12%, dan 18% yang diberikan secara oral, kelompok V diberikan CMC. Sebagai perangsang nyeri diberikan asam asetat 4,5%. Setelah diinduksi asam asetat, amatilah jumlah geliat setiap 5 menit sekali selama 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EERTP memiliki efek analgetik. Jumlah rata-rata geliat EERTP 6% yaitu 164 kali geliat, EERTP 12% yaitu 145,6 kali geliat, EERTP 18% yaitu 131,6 kali geliat dan suspensi asam mefenamat yaitu 142,3 kali geliat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa EERTP 12% memberi efek analgetik yang hampir sama dengan suspensi asam mefenamat, dan EERTP 18% memberi efek analgetik yang lebih baik dari asam mefenamat.
Kata kunci : Asam Mefenamat, Efek Analgetik, Rimpang Temu Putih, Geliat
Daftar bacaan : 17 (1994-2016)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 13:16 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 13:16 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5752 |
