PENGARUH LAMA BLANSIR KAYU MANIS DENGAN UAP PANAS TERHADAP MUTU FISIK DAN MUTU ORGANOLEPTIK TEMPE KAYU MANIS

HARMANDA, LIDYA ARUMSARI (2024) PENGARUH LAMA BLANSIR KAYU MANIS DENGAN UAP PANAS TERHADAP MUTU FISIK DAN MUTU ORGANOLEPTIK TEMPE KAYU MANIS. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (439kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (115kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf - Published Version

Download (180kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (198kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (44kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Indonesia merupakan produsen tempe terbesar di dunia sehingga mendorong munculnya berbagai inovasi dalam pengembangan citarasa pada tempe. Tempe dengan substitusi kayu manis memiliki kandungan antioksidan yang tinggi serta memberikan citarasa kayu manis yang unik saat mengonsumsi tempe.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama blansir kayu manis dengan uap panas terhadap mutu fisik dan mutu organoleptik tempe kayu manis.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 2 (dua) perlakuan dan 2(dua) ulangan. Perlakuan A adalah penggunaan 100 g kacang kedelai dan 2 g serbuk kayu manis yang diblansir 3 menit; Perlakuan B adalah penggunaan 100 g kacang kedelai dan 2 g serbuk kayu manis yang
diblansir 5 menit. Data mutu fisik meliputi warna, aroma dan tekstur dinilai oleh peneliti dan mutu organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa dinilai oleh 30 orang panelis tidak terlatih.
Hasil penilaian menunjukkan bahwa mutu fisik tempe yang dihasilkan berwarna putih diselimuti oleh miselium kapang, aroma khas tempe, tekstur kompak dan tidak mudah rontok saat diiris. Hasil penilaian mutu organoleptik menunjukkan bahwa warna tempe yang paling disukai oleh panelis adalah perlakuan A dengan penambahan 2 g serbuk kayu manis
yang diblansir selama 3 menit; tekstur, rasa dan aroma tempe yang paling disukai oleh panelis adalah perlakuan A dengan penambahan 2 g serbuk kayu manis yang diblansir selama 3 menit dan perlakuan B denganpenambahan 2 g serbuk kayu manis yang diblansir selama 5 menit.
Kata Kunci : Kayu manis, blansir, tempe, organoleptik

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 29 Jul 2026 03:07
Last Modified: 29 Jul 2026 03:07
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6457

Actions (login required)

View Item
View Item