NAJWA FADILLAH MUTIA SIDIK, NAJWA FADILLAH MUTIA SIDIK (2026) PERBANDINGAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DENGAN JUS JAMBU BIJI SECARA TITRASI 2,6 DIKLOROFENOL INDOFENOL. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
File 1.pdf - Published Version
Download (778kB) | Preview
File 2.pdf - Published Version
Download (163kB) | Preview
File 3.pdf - Published Version
Download (348kB) | Preview
File 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (227kB)
File 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (246kB)
File 6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (124kB)
File 7.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mengandung vitamin C yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Buah ini dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi jus. Namun, proses pengolahan menjadi jus dapat memengaruhi kandungan
vitamin C yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membandingkan kadar vitamin C pada buah jambu biji segar dan jus jambu biji.Penelitian ini menggunakan metode titrasi 2,6-Diklorofenol Indofenol (DCPIP). Sampel yang digunakan adalah buah jambu biji segar dan jus jambu biji yang diperoleh dari pasar tradisional di Kota Medan. Sebelum dilakukan analisis,
sampel terlebih dahulu dipreparasi dan kemudian ditetapkan kadar vitamin C-nya dengan metode titrasi volumetri menggunakan larutan 2,6-Diklorofenol Indofenol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada buah jambu biji segar sebesar 29,99 mg/100 g, sedangkan kadar vitamin C pada jus jambu biji sebesar 1,23 mg/100 g. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada buah jambu biji segar lebih tinggi dibandingkan kadar vitamin C pada jus jambu biji. Selisih kadar vitamin C yang diperoleh yaitu sebesar 28,76 mg/100 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa buah jambu biji segar memiliki kadar vitamin C yang lebih tinggi dibandingkan jus jambu biji. Proses pengolahan menjadi jus diduga menyebabkan terjadinya penurunan kadar vitamin C. Oleh karena itu, konsumsi buah jambu biji segar lebih dianjurkan untuk memperoleh asupan vitamin C yang lebih tinggi.
Kata kunci: vitaminC, buahjambubiji, jusjambubiji, titrasi2,6-Diklorofenol Indofenol.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 04:36 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 04:36 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6922 |
