Sihotang, Icha Luciana (2026) GAMBARAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (hs-CRP) PADA PEDERITA TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (225kB) | Preview
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (410kB) | Preview
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (219kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (249kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (151kB)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah
kesehatan global, termasuk di Indonesia. Proses inflamasi pada tuberkulosis dapat
memicu peningkatan kadar high sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) sebagai
penanda inflamasi sistemik. Pemeriksaan hs-CRP dapat digunakan untuk
menggambarkan respons inflamasi pada pasien tuberkulosis paru.Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hs-CRP pada pasien tuberkulosis paru
berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, dan riwayat pengobatan. Jenis penelitian
yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian
diambil menggunakan teknik total sampling terhadap pasien tuberkulosis paru yang
memiliki data hasil pemeriksaan hs-CRP di Rumah Sakit Umum Haji Medan periode
Januari–Juni 2026. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan
disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar pasien tuberkulosis paru berjenis kelamin laki-laki, dengan kelompok
usia terbanyak berada pada usia dewasa. Berdasarkan riwayat pengobatan, sebagian
besar pasien merupakan kasus baru. Kadar hs-CRP pada pasien tuberkulosis paru
umumnya mengalami peningkatan, yang menunjukkan adanya proses inflamasi dalam
tubuh akibat infeksi Mycobacterium tuberculosis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
kadar hs-CRP pada pasien tuberkulosis paru cenderung meningkat dan dapat digunakan
sebagai gambaran adanya respons inflamasi. Penelitian ini bersifat deskriptif sehingga
tidak dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat antara karakteristik pasien dengan
kadar hs-CRP.
Kata kunci: Tuberkulosis paru, hs-CRP, inflamasi, CRP, deskriptif
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:54 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:54 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7211 |
