HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU DI SMA NEGERI 1 BANDAR HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU DI SMA NEGERI 1 BANDAR

SITORUS, DEA AMANDA (2024) HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU DI SMA NEGERI 1 BANDAR HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU DI SMA NEGERI 1 BANDAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of DEA AMANDA SITORUS]
Preview
Text (DEA AMANDA SITORUS)
Dea Amanda Sitorus(P01031220009)_Skripsi(1).pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan yang serius secara global karena merupakan faktor risiko utama yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Berdasarkan perkiraan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2025, jumlah penderita hipertensi di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1,5 miliar orang setiap tahun. Faktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah meliputi usia, jenis kelamin, faktor genetik. Sementara itu, faktor yang dapat diubah meliputi pola makan, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alcohol dan tingkat stres.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi makan dan tingkat stress dengan kejadian hipertensi pada guru di SMA Negeri 1 Bandar.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bandar. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Mei 2023 sampai dengan Mei 2024. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru di SMA Negeri 1 Bandar dan sampel adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak
79 orang. Data yang dikumpulkan adalah frekuensi makan dengan menggunakan kuesioner FFQ , tingkat stress menggunakan kuesioner PSS dan tekanan darah diukur menggunakan tensi meter manual.
Dari hasil penelitian menghasilkan frekuensi makan kategori tidak baik 68,4%, tingkat stress kategori stress sebanyak 72,2%, tekanan darah sistolik dengan kategori hipertensi 62% dan tekanan darah diastolic dengan kategori hipertensi sebanyak 79,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan frekuensi makan dengan kejadian hipertensi (p=0.001) dan ada hubungan tingkat stress dengan kejadian hipertensi (p=0.001).
Kata Kunci : Frekuensi makan, Tingkat stress, hipertensi, guru.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 24 Aug 2026 03:09
Last Modified: 24 Aug 2026 03:09
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7214

Actions (login required)

View Item
View Item