SEPTIAN, IMAN ELSAN (2024) HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN STUNTING DI SEKOLAH DASAR MIS NAHDLATUL ULAMA KELURAHAN TANJUNG MULIA KABUPATEN DELI SERDANG. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
Skripsi_Iman_Elsan_Septiann_P01031220099 (1).pdf - Published Version
Download (3MB) | Preview
Abstract
Stunting adalah gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi,
yang mempengaruhi anak-anak berusia kurang dari lima tahun. Menurut
perkiraan WHO, 20% orang di seluruh dunia mengalami stunting. Jika tinggi
badan seorang anak kurang dari -3 standar deviasi dari kriteria
pertumbuhan umum untuk anak-anak seusia dan jenis kelamin yang sama
yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, anak tersebut dikatakan
mengalami stunting. Menurut Indeks Panjang Badan menurut Usia (PB/A)
atau Indeks Tinggi Badan menurut Usia (T/A), stunting ditandai dengan
tubuh yang pendek atau sangat pendek, dengan ambang batas (skor-z)
antara -3 SD dan kurang dari -2 SD. Penyebab terjadinya stunting karena
asupan protein dan kalsium yang salah mengingat Salah satu faktor risiko
utama yang dapat menyebabkan stunting.
Penelitian ini bertujian yaitu agar memahami hubungan antara
konsumsi kalsium dan protein dengan prevalensi penyakit stunting di MIS
Nahdlatul Ulama Tanjung Mulia.
SD MIS Nahdlatul Ulama Tanjung Mulia, Dusun II No. 18 Tanjung
Mulia, Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli
Serdang, Provinsi Sumatera Utara, menjadi tempat kajian. Kajian berikut
melibatkan sebuah metodologi cross-sectional dan bersifat observasional.
Jumlah seluruh siswa merupakan populasi dalam penelitian ini. kelas ll
pada SD MIS Nahdlatul Ulama Tanjung Mulia dengan jumlah seluruh siswa
sebanyak 38 siswa. Data yang dikumpulkan yaitu data food recall asupan
protein dan kalsium ketika 3 x 24 jam tidak terus menerus dan data status
gizi TB/U.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara
kejadian stunting dengan asupan protein dan kalsium (masing-masing p =
0,023 dan p = 0,27). Hal ini menunjukkan bahwa jika ha1 diterima, maka
terdapat korelasi antara kejadian stunting dengan asupan protein dan
kalsium. Rata-rata konsumsi kalsium (704,8) dan protein (32,7) dan ratarata status gizi TB/U adalah (-2,23).
Kata kunci : Protein, Kalsium, Status gizi, Stunting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi |
| Depositing User: | Herly Nainggolan Nainggolan |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:37 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:37 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7286 |
