Azwin, Nur Syahdinna (2026) GAMBARAN KONSUMSI GULA GARAM LEMAK DALAM ULTRA PROCESSED FOODS DAN STATUS GIZI SISWA SMP NUSANTARA LUBUK PAKAM. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
COVER.pdf - Published Version
Download (422kB) | Preview
BAB I.pdf - Published Version
Download (130kB) | Preview
BAB II.pdf - Published Version
Download (283kB) | Preview
BAB III.pdf - Published Version
Download (204kB) | Preview
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (215kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (85kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Remaja cenderung mengonsumsi Ultra Processed Foods (UPF) karena mudah diperoleh, praktis, memiliki cita rasa yang disukai, serta banyak tersedia di sekolah maupun sekitar rumah. Konsumsi UPF yang dilakukan secara terus-menerus dan disertai rendahnya aktivitas fisik dapat menimbulkan permasalahan gizi seperti gizi lebih dan penyakit degenaratif pada remaja di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frekuensi konsumsi UPF terhadap status gizi. Konsumsi gula, garam, dan lemak dalam UPF serta status gizi siswa SMP Nusantara Lubuk Pakam.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional, dilaksanakan pada April 2026 di SMP Nusantara Lubuk Pakam. Sampel sebanyak 73 siswa dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data frekuensi konsumsi UPF dan asupan GGL dikumpulkan menggunakan formulir Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) yang mencakup 40 jenis makanan dan minuman UPF. Status gizi ditentukan berdasarkan indeks IMT/U 5-18 tahun yang diperoleh dari pengukuran antropometri menggunakan timbangan digital dan stadiometer.
Frekuensi konsumsi UPF terhadap status gizi menunjukkan bahwa pada kelompok yang sering mengonsumsi UPF (skor ≥222,9), sebanyak 50% berstatus gizi lebih. Sebaliknya, pada kelompok yang jarang mengonsumsi UPF, sebagian besar (73%) berstatus gizi normal. Konsumsi gula melebihi batas anjuran (>50 g/hari) ditemukan pada 56,2% siswa, sedangkan konsumsi garam dan lemak sebagian besar masih dalam kategori cukup, yaitu masing-masing 83,6% dan 91,8%. Berdasarkan status gizi, 60,3% siswa berstatus gizi normal dan 32,9% gizi lebih.
Siswa yang sering mengonsumsi UPF cenderung mengalami status gizi lebih, sedangkan yang jarang mengonsumsi UPF cenderung berstatus gizi normal. Edukasi gizi serta pengawasan penjualan jajanan di lingkungan sekolah perlu dilakukan guna mendukung pemilihan makanan dan minuman sehat.
Kata Kunci : ultra processed foods, gula garam lemak, status gizi, remaja, frekuensi konsumsi
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi |
| Depositing User: | Herly Nainggolan Nainggolan |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 03:51 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 03:51 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7583 |
