Prameswari, Cut Natzma (2026) Kasus Persistensi pada Gigi 81 Dengan Tindakan Pencabutan pada Pasien An. A (7Tahun) di SD Negeri 060907 Jl. Pasar Senen Kecamatan Medan Maimun. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
cover & semua halaman depan.pdf - Published Version
Download (642kB) | Preview
BAB I .pdf - Published Version
Download (128kB) | Preview
BAB II.pdf - Published Version
Download (298kB) | Preview
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (177kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (346kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (8kB)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Accepted Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Persistensi gigi sulung merupakan kondisi ketika gigi sulung tidak mengalami tanggal secara fisiologis meskipun gigi permanen penggantinya telah atau sedang mengalami erupsi. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan erupsi gigi permanen, maloklusi, penumpukan plak, gangguan fungsi pengunyahan, serta menurunkan estetika dan kepercayaan diri anak. Penulisan laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi klinis, faktor penyebab, penatalaksanaan, dan hasil tindakan pencabutan pada kasus persistensi gigi 81 pada pasien anak berinisial An. A usia 7 tahun yang berlokasi di SD Negeri 060907, Kecamatan Medan Maimun.
Metode yang digunakan dalam laporan tugas akhir ini adalah pendekatan deskripsi melalui wawancara dengan pasien dan orang tua, observasi langsung, serta pemeriksaan klinis intraoral dan ekstraoral. Berdasarkan hasil pemeriksan ditemukan bahwa gigi 81 mengalami persistensi dengan kegoyangan derajat III, sedangkan gigi permanen penggantinya telah erupsi pada bagian lingual. Tindakan yang dilakukan adalah pencabutan gigi sulung menggunakan teknik ekstraksi sederhana dengan bantuan anestesi topical chlor ethyl, disertai edukasi mengenai pertumbuhan gigi dan perawatan pasca pencabutan
Hasil tindakan menunjukkan bahwa pencabutan berhasil dilakukan tanpa komplikasi dan proses penyembuhan berlangsung dengan baik. Faktor yang diduga berperan dalam terjadinya persistensi pada kasus ini adalah gangguan resorpsi akar gigi sulung, kurangnya asupan nutrisi, serta rendahnya pengetahuan orang tua mengenai masa pergantian gigi anak. Edukasi kesehatan gigi dan pemeriksaan rutin juga meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
Kesimpulan dari laporan tugas akhir ini bahwa penanganan dini melalui pencabutan gigi persistensi sangat penting untuk mendukung erupsi normal gigi permanen dan mencegah terjadinya komplikasi. Diperlukan kerja sama antara orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan pertumbuhan gigi anak melalui pemeriksaan gigi secara berkala.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Kesehatan Gigi |
| Depositing User: | Miss Pranindita Dwi Fadhilah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 02:41 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 02:41 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7625 |
