Nababan, Jesika Yohana (2026) UJI ORGANOLEPTIK DAN MUTU KIMIA COOKIES TEPUNG TALAS BENENG (Xanthosoma undipes K. Koch) DENGAN VARIASI KACANG KEDELAI (Glycine max) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ANAK AUTIS. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
COVER.pdf - Published Version
Download (980kB) | Preview
BAB I.pdf - Published Version
Download (252kB) | Preview
BAB II.pdf - Published Version
Download (515kB) | Preview
BAB III.pdf - Published Version
Download (316kB) | Preview
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (330kB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (198kB) | Preview
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Talas beneng dan kacang kedelai merupakan bahan pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional karena mengandung magnesium dan zink. Kedua mineral tersebut berperan penting dalam fungsi saraf, metabolisme neurotransmiter, dan perkembangan neurologis yang berkaitan dengan kondisi gangguan spektrum autisme.
Penelitian eksperimental memakai Rancangan Acak Lengkap( RAL). 3 perlakuan serta 2 kali pengulangan: Perlakuan A( tepung talas beneng 80 gram+ kacang kedelai 20 gram), B( 70 gram+ 30 gram), serta C( 60 gram+ 40 gram). Uji organoleptik dicoba 50 panelis terlatih oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan. Memakai skala hedonik terhadap warna, tekstur, rasa, serta aroma. Uji proksimat, magnesium serta zink dilaksanakan di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Informasi dianalisis memakai uji ANOVA serta uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%.
Hasil uji organoleptik menunjukkan Perlakuan C paling disukai, dengan semua kategori sangat suka. Uji proksimat menunjukkan kadar abu 1,65%, kadar air 5,03%, karbohidrat 69,83%, protein 9,24%, lemak total 35,73%, dan energi total 559,91 kkal/100 g, sebagian besar memenuhi standar SNI 01-2973-2011. Uji mutu kimia menunjukkan kandungan magnesium 144,64 mg/100 g (64,28% AKG anak usia 13–15 tahun) dan zink 9,22 mg/100 g (83,81%).
Dapat disimpulkan perlakuan C formulasi terbaik secara organoleptik dan memiliki kandungan magnesium zink yang baik sebagai makanan selingan anak autis. Disarankan penelitian lanjutan untuk pemenuhan standar cookies sesuai SNI dan pengujian kadar gluten pada cookies.
Kata kunci : Cookies, Talas Beneng, Kacang Kedelai, Anak Autis, Magnesium Zink
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi |
| Depositing User: | Herly Nainggolan Nainggolan |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 04:13 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 04:13 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7628 |
