DAYA TERIMA DAN MUTU KIMIA KUE KERING KASTANGEL TEPUNG TALAS BENENG (Xanthosoma Undipes K. Koch) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE SEBAGAI CAMILAN FUNGSIONAL“

Yani, Syirih Rahma (2026) DAYA TERIMA DAN MUTU KIMIA KUE KERING KASTANGEL TEPUNG TALAS BENENG (Xanthosoma Undipes K. Koch) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE SEBAGAI CAMILAN FUNGSIONAL“. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (272kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2]
Preview
Text (BAB 2)
BAB II.pdf - Published Version

Download (632kB) | Preview
[thumbnail of BAB 3]
Preview
Text (BAB 3)
BAB III.pdf - Published Version

Download (591kB) | Preview
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (454kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (201kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
Daftar Pustaka - Lampiran.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Ketergantungan Indonesia terhadap tepung terigu impor mendorong pengembangan pangan berbasis bahan lokal sebagai upaya mendukung ketahanan pangan. Talas beneng merupakan pangan lokal yang tinggi akan serat pangan dan pati resisten, sedangkan tempe tinggi akan protein serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan camilan fungsional berupa kue kering kastangel yang tinggi serat dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk menilai daya terima dan mutu kimia kue kering kastangel tepung talas beneng dengan variasi penambahan tepung tempe sebagai camilan fungsional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua ulangan yaitu formulasi tepung talas beneng dan tepung tempe A (200 g : 30 g), B (200 g : 40 g ), C (200 g : 50 g). Data dianalisis secara statistik
menggunakan uji Kruskal–Wallis pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap daya terima warna, tekstur, rasa, dan aroma kue kering kastangel tepung talas beneng dengan variasi penambahan tepung tempe. Ketiga perlakuan berada pada kategori suka. Kandungan protein tertinggi pada perlakuan C yaitu sebesar 7,65 g/100 g dengan energi 356 kkal/100 g. Kandungan serat pangan total tertinggi terdapat pada perlakuan A sebesar 5,55 g/100 g.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah variasi penambahan tepung tempe tidak berpengaruh nyata terhadap daya terima kastangel tepung talas beneng. Produk memiliki kandungan protein dan serat pangan yang cukup baik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai camilan fungsional berbasis pangan lokal.

Kata kunci: Talas beneng, tepung tempe, kastangel, daya terima, mutu kimia

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 04 Sep 2026 04:49
Last Modified: 04 Sep 2026 04:49
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7632

Actions (login required)

View Item
View Item