Hutabarat, Mona Ratuliu (2026) Pencabutan Gigi 52 pada Anak Usia 9 Tahun An. NA Dengan Kondisi Kegoyangan Derajat III di SD Negeri 060907 Jl. Pasar Senen Kec. Medan Maimun. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
COVER & HALAMAN BAGIAN DEPAN.pdf - Published Version
Download (818kB) | Preview
BAB I.pdf - Published Version
Download (337kB) | Preview
BAB II.pdf - Published Version
Download (424kB) | Preview
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (405kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (522kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (459kB)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Pencabutan gigi sulung merupakan salah satu tindakan kuratif yang bertujuan untuk mendukung proses erupsi gigi permanen dan mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan gigi. Gigi sulung memiliki fungsi penting dalam pengunyahan, bicara, estetika, serta mempertahankan ruang bagi tumbuhnya gigi permanen. Pada masa pergantian gigi, akar gigi sulung akan mengalami resorpsi fisiologis yang menyebabkan gigi menjadi goyang. Apabila gigi dengan kondisi kegoyangan derajat III tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan, menghambat erupsi gigi permanen, serta meningkatkan resiko persistensi gigi.
Laporan tugas akhir ini menggunakan metode laporan kasus dengan subjek seorang anak usia 9 tahun yang mengalami kegoyangan derajat III pada gigi 52 di SD Negeri 060907 Kecamatan Medan Maimun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengisian kuesioner, pemeriksaan subjektif dan objektif, serta pemeriksaan intraoral. Penatalaksanaan kasus dilakukan melalui tindakan pencabutan gigi sulung yang mengalami kegoyangan sesuai dengan standar operasional prosedur, disertai edukasi mengenai kesehatan gigi dan instruksi pascapencabutan.Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kegoyangan gigi 52 terjadi akibat proses pergantian gigi sulung menuju gigi permanen .
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kegoyangan gigi 52 terjadi akibat proses pergantian gigi sulung menuju gigi permanen. Tindakan pencabutan berhasil dilakukan tanpa komplikasi dengan perdarahan yang dapat dikendalikan dan pasien merasa nyaman setelah tindakan. Selain itu, edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan anak dan orangtua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta perawatan selama masa pergantian gigi.
Kesimpulan dari Laporan Tugas Aakhir ini bahwa pencabutan gigi 52 dengan kegoyangan derajat III merupakan tindakan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan gigi permanen dan mencegah terjadinya gangguan erupsi. Keberhasilan penatalaksanaan tidak hanya ditentukan oleh tindakan kuratif, tetapi juga oleh edukasi kesehatan gigi dan pemeriksaan rutin sehingga kesehatan gigi dan mulut anak dapat terpelihara secara optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Kesehatan Gigi |
| Depositing User: | Miss Pranindita Dwi Fadhilah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:18 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:18 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7660 |
