Oppusunggu, Kesya (2026) ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU S.L MASA KEHAMILAN TRIMESTER III, DAN PADA IBU D.S MASA PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR DAN ASUHAN KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONAN HASANG, KECAMATAN PAHAE JULU KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2026. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU S.L MASA KEHAMILAN TRIMESTER III, DAN PADA IBU D.S MASA PERSALINAN, NIFAS, BAYI BARU LAHIR DAN ASUHAN KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONAN HASANG, KECAMATAN PAHAE JULU KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2026. pp. 1-90.
Coverfix.pdf
Download (1MB) | Preview
BAB 1 DUMARIA.pdf
Download (156kB) | Preview
BAB II DUMARIA.pdf
Download (662kB) | Preview
BAB III DUMARIA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (448kB)
BAB IV DUMARIA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (160kB)
BAB V DUMARIA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (77kB)
DUMARIA DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (407kB) | Preview
Abstract
ABSTRAK
V BAB + 134 halaman + 5 tabel + 9 lampiran
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi merupakan indikator penting yang digunakan untuk menilai keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu tujuan utama pemberian asuhan kebidanan adalah menurunkan angka kematian dan kesakitan pada ibu maupun bayi. Sebagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan serta melibatkan tenaga kesehatan, termasuk bidan, dalam memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai pelayanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, bidan juga berperan dalam memberikan dukungan dan asuhan yang komprehensif, meliputi tindakan promotif, preventif, deteksi dini terhadap komplikasi, serta penanganan kegawatdaruratan secara tepat dan berkualitas guna meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi.
Metode asuhan adalah memberikan asuhan Kebidanan pada ibu S.L masa hamil dan pada D.S mulai dari bersalin sampai penggunaan alat kontrasepsi.
Asuhan antenatal dilakukan pada Ibu S.L dilakukan 8 kali tanpa keluhan serius dari ibu dan janin. Asuhan persalinan pada ibu D.S mengikuti APN, meskipun ada beberapa Langkah yang terlewat. Proses asuhan nifas untuk ibu D.S berjalan baik. Bayi yang lahir secara normal telah menerima Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta perawatan neonatal yang penting dan direncanakan untuk memberikan ASI eksklusif. Selama tiga kali kunjungan pada neonatus, tidak ada masalah serius dan bayi hanya diberikan ASI. Untuk kontrasepsi, ibu D.S memutuskan untuk menggunakan KB implan.
Kesimpulan yang didapatkan dari asuhan kebidanan pada Ibu S.L dan pada ibu D.S tidak di temukan adanya komplikasi pada ibu dan bayi.
Kata Kunci: Asuhan Kebidanan Kehamilan, Bersalin, Nifas, Bayi Baru Lahir, dan Keluarga Berencana.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kebidanan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Kebidanan Tapanuli Utara > KTI Mahasiswa D3 Kebidanan Tapanuli Utara |
| Depositing User: | Hertauli Nababan Nababan |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 04:25 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 04:25 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7753 |
