DAYA TERIMA SCHOTEL MAKARONI DENGAN FORMULASI PENAMBAHAN LABU KUNING DAN WORTEL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI SAYURAN PADA BALITA

MIHARSA, NASWAPUTRI (2026) DAYA TERIMA SCHOTEL MAKARONI DENGAN FORMULASI PENAMBAHAN LABU KUNING DAN WORTEL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KONSUMSI SAYURAN PADA BALITA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (158kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (405kB) | Preview
[thumbnail of BAB III]
Preview
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (261kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (140kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka - Lampiran.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat pesat, sehingga pemenuhan asupan zat gizi seimbang menjadi hal yang krusial bagi tumbuh kembang anak. Namun, rendahnya konsumsi buah dan sayur anak di Indonesia masih menjadi perhatian serius akibat penolakan balita terhadap karakteristik rasa atau aroma sayuran alami.Oleh karena itu, diperlukan kreativitas modifikasi pangan lokal, seperti pembuatan schotel makaroni dengan penambahan labu kuning dan wortel, sebagai alternatif makanan selingan padat gizi yang menarik bagi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima schotel makaroni dengan formulasi penambahan labu kuning dan wortel meliputi aspek warna, tekstur, rasa, dan aroma.
Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di Laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga variasi formulasi: Perlakuan A (20 g labu + 20 g wortel), Perlakuan B (25 g labu + 25 g wortel), dan Perlakuan C (30 g labu + 30 g wortel). Penilaian tingkat daya terima dilakukan melalui uji organoleptik skala hedonik oleh 30 panelis konsumen mahasiswa Jurusan Gizi, lalu dianalisis secara statistik untuk melihat adanya perbedaan secara signifikan menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi (� =5%).
Hasil uji ANOVA menunjukkan variasi formulasi memberikan pengaruh nyata yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) terhadap seluruh parameter organoleptik schotel makaroni. Perlakuan C memperoleh skor tertinggi pada aspek warna (4,41), tekstur (4,40), rasa (4,50), dan aroma (4,53). Formulasi ini menghasilkan warna kuning keorenan alami yang menarik, tekstur padat namun lembut, serta cita rasa gurih yang seimbang.
Disimpulkan bahwa modifikasi formulasi schotel makaroni berpengaruh terhadap kesukaan panelis, dengan perlakuan C sebagai formula terbaik yang paling disukai. Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk menguji kandungan gizi makro serta mikro produk, dan dilanjutkan dengan uji daya terima konsumen (balita) agar mengaplikasikannya sebagai alternatif selingan sehat kaya vitamin A.

Kata kunci: Schotel Makaroni, Labu Kuning, Wortel, Daya Terima, Balita.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 09 Sep 2026 08:34
Last Modified: 09 Sep 2026 08:34
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7781

Actions (login required)

View Item
View Item