PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KIMIA BROWNIES KUKUS SEBAGAI MAKANAN SELINGAN SUMBER ZAT BESI REMAJA ANEMIA

Pasaribu, Anastasya Elisabeth Go (2026) PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK DAN KIMIA BROWNIES KUKUS SEBAGAI MAKANAN SELINGAN SUMBER ZAT BESI REMAJA ANEMIA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER ANAS.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB 2]
Preview
Text (BAB 2)
BAB II.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[thumbnail of BAB 3]
Preview
Text (BAB 3)
BAB III.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (235kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB VI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN TERBARU.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang beresiko mengalami anemia. Anemia pada remaja masih menjadi masalah kesehatan yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui penyediaan makanan selingan yang kaya zat besi. Brownies kukus merupakan makanan yang disukai remaja dan dapat dimodifikasi dengan penambahan tepung kacang merah dan tepung kacang hijau yang memiliki kandungan protein serta zat besi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang merah dan tepung kacang hijau terhadap mutu fiisk dan kimia brownies kukus sebagai makanan selingan sumber zat besi bagi remaja anemia.
Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Perlakuan A menggunakan (tepung terigu 50 g tepung kacang merah 10 g, dan tepung kacang hijau 40 g), perlakuan B (50g : 35g : 15g), sedangkan perlakuan C (50g: 40g : 10g). Mutu fisik yang dilakukan terhadap 50 meliputi warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05) dimana nilai P terhadap warna (0.000), tekstur (0.000), aroma (0.000), dan rasa (0.000) brownies kukus pada setiap perlakuan. Perlakuan A merupakan formulasi yang paling disukai panelis dengan nilai warna 4,34; tekstur 4,48; aroma 4,20; dan rasa 4,46 (kategori sangat suka). Hasil uji kimia pada produk terpilih menunjukkan kadar abu 1,23%, kadar air 26,65%, protein 6,16%, lemak 16,23%, karbohidrat 49,27%, zat besi (Fe) 5,25%, dan energi total 372,50 kkal per 100 gram.
Formulasi terbaik brownies kukus adalah perlakuan A (10 g tepung kacang merah dan 40 g tepung kacang hijau) karena paling disukai panelis dan berpotensi sebagai makanan selingan sumber zat besi untuk membantu pencegahan anemia pada remaja putri.
Kata Kunci: brownies kukus, tepung kacang merah, tepung kacang hijau, zat besi, anemia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 10 Sep 2026 04:10
Last Modified: 10 Sep 2026 04:10
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7790

Actions (login required)

View Item
View Item