ADELIANA NASUTION, ADELIANA NASUTION (2014) UJI EFEK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH SALAK(Salacca edulis R.) PADA MENCIT YANG HIPERGLIKEMIA DENGAN METFORMIN SEBAGAI PEMBANDING. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
001 ADELIANA NASUTION file 1.pdf - Published Version
Download (264kB) | Preview
001 ADELIANA NASUTION file 2.pdf - Published Version
Download (195kB) | Preview
001 ADELIANA NASUTION file 3.pdf - Published Version
Download (286kB) | Preview
001 ADELIANA NASUTION file 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (262kB)
001 ADELIANA NASUTION file 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (271kB)
001 ADELIANA NASUTION file 6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (189kB)
001 ADELIANA NASUTION file 7.pdf - Published Version
Download (673kB) | Preview
Abstract
Kulit buah salak (Salacca edulis R.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah. Kandungan dari kulit buah salak yang berkhasiat sebagai penurun kadar gula darah yaitu Ferulic acid dan proline,
derivat asam sinnamik, arginin, dan pterostilbene. Metformin adalah hipoglikemik oral yang bekerja menghambat proses pembentukan glukosa oleh hati melebihi normal sehingga kebutuhan insulin untuk mengangkut glukosa dari darah masuk
ke sel berkurang, dan glukosa darah menjadi turun. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan khasiat ekstrak etanol kulit buah salak terhadap penurunan kadar gula darah dibandingkan dengan metformin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sampel yang digunakan adalah ekstrak etanol kulit buah salak dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit yang dibagi dalam lima kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga ekor mencit. Kelompok M1 diberi aquadest, kelompok M2 diberikan larutan metformin, kelompok M3 diberikan
ekstrak etanol kulit buah salak (EEKBS) dengan konsentrasi 5%,, kelompok M4 diberikan EEKBS dengan konsentrasi 10%, kelompok M5 diberikan EEKBS dengan konsentrasi 15%.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa onset of action EEKBS dengan konsentrasi 5% dan 10% berbeda. Onset of action EEKBS dengan konsentrasi 5% mulai terlihat di menit ke 120 sedangkan onset of action EEKBS dengan konsentrasi 10% mulai terlihat di menit ke 90 , sementara itu EEKBS dengan
konsentrasi 15% dan metformin onset of action nya berada di menit ke 60. Sedangkan yang diberi aquadest tidak mengalami penurunan kadar gula darah yang berarti.
Ekstrak etanol kulit buah salak dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% mempunyai kasiat sebagai penurun kadar gula darah. Disarankan kepada
peneliti selanjutnya untuk meneliti khasiat lain dari kulit buah salak.
Kata kunci : kulit buah salak, mencit, metformin, hiperglikemia
Daftar bacaan : 17 (1979 – 2013)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 07:36 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 07:36 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7871 |
