ELY SUSANTI, ELY SUSANTI (2014) UJI EFEK ANALGETIK PERASAN RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val et van Zijp) TERHADAP MENCIT DENGAN ASAM MEFENAMAT SEBAGAI PEMBANDING. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
011 ELY SUSANTI file 1.pdf - Published Version
Download (318kB)
011 ELY SUSANTI file 2.pdf - Published Version
Download (318kB)
011 ELY SUSANTI file 3.pdf - Published Version
Download (268kB)
011 ELY SUSANTI file 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (339kB)
011 ELY SUSANTI file 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (157kB)
011 ELY SUSANTI file 6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (156kB)
011 ELY SUSANTI file 7.pdf - Published Version
Download (804kB)
Abstract
Saat ini penggunaan tanaman obat tradisional sebagai alternatif penghilang rasa nyeri sangat meningkat. Meningkatnya penggunaan tanaman obat tersebut karena kemudahan aksesibilitas, keinginan untuk pengobatan
sendiri dan persepsi bahwa obat herbal lebih aman serta lebih murah dibandingkan dengan obat konvensional. Salah satu tumbuhan yang berguna bagi kesehatan adalah temu giring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui adanya efek analgetik perasan rimpang temu giring terhadap mencit dan efektifitas analgetiknya dibanding efek analgetik asam mefenamat. Temu giring merupakan tumbuhan tahunan yang tumbuh di tempat yang sejuk. Temu giring berkhasiat sebagai analgetik, antibatuk, obat cacing,
antirematik. Temu giring mengandung zat berkhasiat seperti kurkumin, minyak atsiri, zat pati, saponin dan flavonoid.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen laboratorium secara in vivo yang menggunakan rimpang temu giring sebagai sampel penelitian.
Penelitian menggunakan 18 ekor mencit dan dibagi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I diberikan suspensi asam mefenamat dengan konsentrasi 1%, kelompok II,III dan IV diberikan perasan rimpang temu giring dengan konsentrasi
5%, 10%, 15% yang diberikan secara oral, kelompok V diberikan aquadest, kelompok VI tidak diberi apa-apa (kontrol). Sebagai senyawa perangsang nyeri diberikan asam asetat 4,5%. Setelah diinduksi asam asetat dilihat jumlah geliat setiap 5 menit sekali sampai normal.
Hasil penelitian menunjukkan waktu rata-rata perasan rimpang temu giring dapat mengurangi jumlah geliat dengan konsentrasi 5% pada menit ke 30, konsentrasi 10% dan 15% rata-rata pada menit ke 25, suspensi asam mefenamat pada menit ke 30. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan perasan rimpang temu giring dengan konsentrasi 10% dan 15% memberikan efek analgetik yang lebih baik.
Kata kunci: Efek analgetik, rimpang temu giring, geliat.
Daftar bacaan: 13 (1979-2013)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 08:19 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 08:19 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7902 |
