PURBA, GALIN MAYOR ROTAMA (2014) UJI EFEK ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
021 GALIN MAYOR R.P file 1.pdf - Published Version
Download (232kB)
021 GALIN MAYOR R.P file 2.pdf - Published Version
Download (187kB)
021 GALIN MAYOR R.P file 3.pdf - Published Version
Download (212kB)
021 GALIN MAYOR R.P file 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (258kB)
021 GALIN MAYOR R.P file 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (183kB)
021 GALIN MAYOR R.P file 6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (151kB)
021 GALIN MAYOR R.P file 7.pdf - Published Version
Download (710kB)
Abstract
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
dilaksanakan berbagai upaya pembangunan di bidang kesehatan. Banyak tantangan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, salah satu kendalanya adalah masih tingginya angka penyakit infeksi di masyarakat. Penyakit infeksi masih menempati urutan
teratas penyebab penyakit dan kematian di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri, contoh bakteri yang dapat menyebabkan infeksi adalah Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang menginfeksi manusia terutama pada saluran saluran pencernaan
Ekstrak daun sukun dibuat secara maserasi dengan menggunakan
etanol 96% sebagai cairan penyari yang kemudian diuapkan dengan rotavapor. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi yaitu menggunakan media agar yang telah ditanami bakteri, kemudian dibuat 4 hole.
Empat hole ditetesi larutan uji yaitu ekstrak daun sukun 10%, 13%, 16% dan satu hole ditetesi kontrol negatif yaitu etanol 96%. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, zona hambatan antibakteri adalah 14-16 mm. Dari data hasil pengamatan dapat dilihat bahwa ekstrak daun sukun 10% belum dapat dikatakan sebagai antibakteri, tetapi sudah dapat
menghambat pertumbuhan bakteri.
Ekstrak daun sukun 13% dan 16% telah dapat dikatakan sebagai
antibakteri dengan masing-masing diameter zona hambatnya 14,2 mm dan 17,3 mm. Ekstrak daun sukun 13% merupakan konsentrasi hambat minimum dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherichia coli . Kontrol negatif yaitu etanol
96% ternyata tidak memiliki efek antibakteri.
Kata Kunci : Daun sukun, Antibakteri Escherichiacoli,Etanol.
Daftar bacaan: 14 (1979-2013)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 03:15 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 03:15 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7933 |
