DAYA TERIMA CHURROS DENGAN FORMULASI LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DAN UBI JALAR KUNING (Ipomoea Batatas) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ANAK SEKOLAH

PUTRI, ALIYAH MARINA (2026) DAYA TERIMA CHURROS DENGAN FORMULASI LABU KUNING (Cucurbita Moschata) DAN UBI JALAR KUNING (Ipomoea Batatas) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ANAK SEKOLAH. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (752kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB_1.pdf - Published Version

Download (140kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB_2.pdf - Published Version

Download (492kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB_3.pdf - Published Version

Download (240kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB_4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (256kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB_5.pdf - Accepted Version

Download (5kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAPUS_LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (805kB)

Abstract

Churros merupakan makanan selingan yang populer di kalangan anak sekolah, namun umumnya memiliki nilai gizi yang rendah. Labu kuning (Cucurbita moschata) dan ubi jalar kuning (Ipomoea batatas) berpotensi meningkatkan nilai gizi churros karena kaya akan beta-karoten, vitamin, dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima churros dengan formulasi penambahan labu kuning dan ubi jalar kuning sebagai makanan selingan anak sekolah, ditinjau dari aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur.
Jenis penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan formulasi, yaitu Perlakuan A (tepung terigu 100 g, labu kuning 25 g, ubi jalar kuning 25 g), Perlakuan B (tepung terigu 90 g, labu kuning 30 g, ubi jalar kuning 30 g), dan Perlakuan C (tepung terigu 80 g, labu kuning 35 g, ubi jalar kuning 35 g), masing-masing diulang dua kali. Variabel bebas penelitian adalah formulasi penambahan labu kuning dan ubi jalar kuning, sedangkan variabel terikat adalah daya terima churros yang dinilai melalui uji organoleptik dengan skala hedonik. Sampel penelitian terdiri dari 50 panelis mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan. Data dianalisis menggunakan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan formulasi terhadap seluruh parameter organoleptik (p = 0,000). Perlakuan B memperoleh nilai kesukaan tertinggi pada warna (4,42), rasa (4,45), dan aroma (4,35), sedangkan tekstur tertinggi diperoleh pada Perlakuan A (4,51). Secara keseluruhan, Perlakuan B merupakan formulasi yang paling disukai panelis.
Disimpulkan bahwa penambahan labu kuning dan ubi jalar kuning berpengaruh terhadap daya terima churros sebagai makanan selingan anak sekolah, dengan Perlakuan B sebagai formulasi terbaik. Disarankan dilakukan uji proksimat lanjutan, uji daya simpan, serta uji intervensi pada anak sekolah untuk mengetahui efektivitas produk secara berkelanjutan.

Kata Kunci : Churros, Labu Kuning, Ubi Jalar Kuning, Daya Terima, Makanan Selingan

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 23 Sep 2026 03:46
Last Modified: 23 Sep 2026 03:46
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7966

Actions (login required)

View Item
View Item