RINDI ARTI, RINDI ARTI (2014) UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) DENGAN METAMPIRON SEBAGAI PEMBANDING. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
024 RINDI ARTI file 1.pdf - Published Version
Download (262kB)
024 RINDI ARTI file 2.pdf - Published Version
Download (191kB)
024 RINDI ARTI file 3.pdf - Published Version
Download (292kB)
024 RINDI ARTI file 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (265kB)
024 RINDI ARTI file 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (164kB)
024 RINDI ARTI file 6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (161kB)
024 RINDI ARTI file 7.pdf - Published Version
Download (558kB)
Abstract
Mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan tumbuhan liar yang dapat tumbuh dimana saja yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran dan obat tradisional. Salah satu khasiat mengkudu yaitu sebagai analgetik atau penghilang rasa nyeri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik ekstrak etanol buah mengkudu dengan konsentrasi 45%, konsentrasi 55% dan konsentrasi 65%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menguji daya analgetik ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan menggunakan mencit sebagai hewan pembanding.
Mencit dibagi atas enam kelompok, dimana masing-masing kelompok diberikan SEEBM 65% (kelompok mencit I), SEEBM 55% (kelompok mencit II), SEEBM 45% (kelompok mencit III), suspensi metampiron (kelompok mencit IV), suspensi CMC 0,5% (kelompok mencit V) dan aquadest (kelompok mencit VI)
yang masing-masing pemberian diberikan secara oral. Kemudian setelah 30 menit disuntikkan asam cuka secara intra peritonial sebagai pembangkit rasa nyeri, diamati setiap 5 menit selama 60 menit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SEEBM 45% dosis 0,45 g/kg BB, SEEBM 55% dosis 0,55 g/kg BB dan SEEBM 65% dosis 0,65 g/kg BB dapat menurunkan rata-rata geliat mencit meskipun masih dibawah suspensi metampiron, dimana mencit yang diberikan suspensi metampiron memiliki rata- rata geliat lebih sedikit dari pemberian SEEBM 45% dosis 0,45 g/kg BB, SEEBM 55% dosis 0,55 g/kg dan SEEBM 65% dosis 0,65 g/kg BB. Sedangkan pada suspensi CMC dan aquadest tidak menunjukkan efek analgetik karena CMC dan aquadest bukan obat.
Kata kunci : Analgetik, Ekstrak Etanol Buah Mengkudu, Geliat
Daftar bacaan : 8 (1979-2011)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 07:58 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:58 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7981 |
