Membedah Perilaku Inhalen pada Anak-Anak

-, Yusniar (2025) Membedah Perilaku Inhalen pada Anak-Anak. Other. PENERBIT DEEPUBLISH, Sleman.

[thumbnail of Membedah Perilaku Inhalen pada Anak-Anak] Text (Membedah Perilaku Inhalen pada Anak-Anak)
Membedah Perilaku Inhalen (Yusniar)-1.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

Menurut Hawari (1991), Napza adalah singkatan yang merujuk pada
Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya. Napza
mencakup berbagai jenis zat yang disalahgunakan untuk mencapai efek
gitting, mabuk, fly, atau high, yang dapat mengubah tingkat kesadaran
seseorang. Kategori Napza melibatkan obat perangsang, penenang,
penghilang rasa sakit, psikotropika, dan zat-zat lain yang dapat
disalahgunakan, seperti alkohol atau zat yang dapat dihirup seperti bensin,
lem, tiner, dan sejenisnya sehingga dapat memberikan efek high.
Menurut Budiarta (2000), Napza mencakup zat atau obat yang
berasal dari tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan. Beberapa jenis narkoba yang sering digunakan meliputi
ganja, putaw, obat-obatan psikoterapi, shabu-shabu, dan lainnya. Heroin
(putaw) menjadi jenis narkoba yang paling umum disalahgunakan oleh
remaja. Cara penggunaannya melibatkan penyuntikan lewat jarum, diisap
melalui bibir dengan gulungan kertas plastik di atas aluminium foil yang
dipanaskan, dihisap melalui rokok tembakau, dan dihirup melalui lubang
hidung. Penggunaan narkoba ini dapat memberikan efek berlebihan rasa
percaya diri, mendorong pemakainya untuk melakukan tindakan berbahaya
(Santoso, 2000).
Lem termasuk dalam kategori zat adiktif dalam penggolongan
Napza dan diklasifikasikan sebagai bahan berbahaya kelas 2, jenis
inhalansia, dan solven. Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya, dan
jika digunakan secara tidak benar, dapat merusak tubuh, menyebabkan
keracunan, menimbulkan halusinasi, atau bahkan berakibat fatal hingga

2 Yusniar, S.K.M., M.K.M
kematian. Beberapa contoh zat adiktif termasuk turpentine, lem karet,
tiner, spray aerosol, aceton, dan sebagainya (Setijo, 2006).

Item Type: Monograph (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Keperawatan Tapteng > Karya Ilmiah Dosen D3 Keperawatan Tapteng > Monograf/Book Chapter Dosen D3 Keperawatan Tapteng
Depositing User: Ramlah Yusni Tumangger
Date Deposited: 26 Sep 2026 15:28
Last Modified: 26 Sep 2026 15:28
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/8050

Actions (login required)

View Item
View Item