-, Faisal and Sitohang, Tiur Romatua and -, Yusniar and Saragi R., Maria Magdalena and Manalu, Minton (2025) EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9 (5). pp. 5546-5554. ISSN 2614-5758
Faisal, Tiur Romatua Sitohang, Yusniar, Maria Magdalena Saragi, Minton Manalu, Ramlan, Ganti Tua Siregar.pdf - Published Version
Download (353kB)
Abstract
Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih kita temui di
Indonesia. Pada tahun 2024 Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan
gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen. Dampak stunting dapat menimbulkan
gangguan perkembangan otak, kecerdasan, masalah pertumbuhan fisik, dan gangguan
metabolisme dalam tubuh, penurunan kemampuan kognitif, kemampuan belajar,
menurunnya system imunitas sehingga mudah sakit. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini
adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat (Kader posyandu, ibu balita, ibu yang
memiliki anak balita) dalam memanfaatkan daun kelor sebagai upaya alternatif untuk
pencegahan stunting. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang yang terdiri dari kader
posyandu, Ibu hamil dan ibu Balita. Metode kegiatan adalah pre test dengan
menggunakan 15 butir pertanyaan, ceramah dan dilanjutkan dengan tanya jawab,
simulasi pemanfaatan daun kelor, pembagian benih/bibit daun kelordiakhiri dengan post
test menggunakan 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan
pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mayoritas cukup sebanyak 60% dan 40%
pengetahuan baik. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat mampu
meningkatkan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mengenai stunting dan
pemanfaatan daun kelor sebagai upaya alternatif pencegahan stunting.
Kata kunci: Daun Kelor; Stunting; Edukasi.
Abstract: Stunting is a health problem that we still encounter in Indonesia. By 2024 the
Indonesian Government has a target to reduce growth failure or stunting by 14 percent.
Stunting has an impact on children's cognitive, motor and verbal development which is
not optimal. In the future, stunted children have a higher risk of obesity and other
diseases. Apart from that, children's learning capacity and performance as well as
productivity and work capacity are also not optimal. The aim of this Community Service
is to increase community knowledge (Posyandu cadres, mothers of toddlers, mothers of
children under five) in using Moringa leaves as an alternative measure to prevent
stunting. There were 40 activity participants consisting of posyandu cadres, pregnant
women and toddler mothers. The activity method is a lecture followed by questions and
answers, a simulation of the use of Moringa leaves, distribution of Moringa leaf seeds. The
results of the activity obtained an increase in the knowledge of cadres, the majority of
pregnant women and mothers of toddlers had sufficient knowledge of 60% and 40% had
good knowledge. Implementation of Community Service Activities is able to increase the
knowledge of cadres, pregnant women and mothers of toddlers regarding stunting and the
use of Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting.
Keywords: Moringa Leaves; Stunting; Education.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Keperawatan Tapteng > Karya Ilmiah Dosen D3 Keperawatan Tapteng > Laporan Pengmas Dosen D3 Keperawatan Tapteng |
| Depositing User: | Ramlah Yusni Tumangger |
| Date Deposited: | 27 Sep 2026 00:07 |
| Last Modified: | 27 Sep 2026 00:07 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/8059 |
