Nasution, Rahma Nurhayani (2025) PEMBERIAN TERAPI ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGURANGI GEJALA RESIKO PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM. Diploma thesis, Poltekkes Kemnkes Medan.

FILE 1 (COVER).pdf - Published Version
Download (220kB) | Preview
FILE 2 (BAB I).pdf - Published Version
Download (313kB) | Preview
FILE 3 (BAB II).pdf - Published Version
Download (422kB) | Preview
FILE 4 (BAB III).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (311kB)
FILE 5 (BAB IV).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (402kB)
FILE 6 (BAB V).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (154kB)
FILE 7 (DAFTAR PUSTAKA, LAMPIRAN).pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
FILE 8 (HASIL TURNITINE).pdf - Published Version
Download (422kB) | Preview
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan
gangguan persepsi, pikiran, dan perilaku, yang sering disertai dengan risiko perilaku
kekerasan. Perilaku kekerasan ini dapat membahayakan pasien maupun orang di
sekitarnya, sehingga memerlukan penanganan yang efektif, baik secara farmakologis
maupun non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan
adalah terapi aktivitas bermain ular tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas terapi ular tangga dalam menurunkan gejala risiko
perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah studi
kasus deskriptif. Sampel: sampel yang digunakan adalah dua pasien skizofrenia
dengan risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem.
Intervensi dilakukan selama 7 hari berturut-turut dengan durasi 20 menit setiap sesi.
Instrumen yang digunakan adalah skala RUFA (Respon Umum Fungsi Adaptif) untuk
menilai tingkat risiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil
penelitian menunjukkan adanya penurunan skor risiko perilaku kekerasan pada kedua
pasien setelah dilakukan terapi ular tangga, yang ditandai dengan berkurangnya gejala
gejala seperti amuk, ekspresi wajah tegang, serta komunikasi verbal yang agresif.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi ular tangga efektif sebagai metode
non-farmakologis untuk mengurangi gejala risiko perilaku kekerasan pada pasien
skizofrenia. Terapi ini dapat digunakan sebagai alternatif terapi aktivitas kelompok
dalam praktik keperawatan jiwa.
Kata Kunci: Skizofrenia, Risiko Perilaku Kekerasan, RUFA, Terapi Ular Tangga
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Jurusan Keperawatan Medan > KTI Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Medan |
| Depositing User: | Ribta Barus Barus |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 05:07 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 05:23 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/4332 |
Available Versions of this Item
-
PEMBERIAN TERAPI ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA UNTUK
MENGURANGI GEJALA RESIKO PERILAKU KEKERASAN PADA
PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA
PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM. (deposited 09 Jan 2026 05:07)
[Currently Displayed]
- GAMBARAN POLA MAKAN PADA PASIEN GASTRITIS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP H.ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2023. (deposited 26 Nov 2025 08:42)
