Hubungan Asupan Protein Hewani dengan Kejadian Stunting pada Balita

Manalu, Maria Rosa (2020) Hubungan Asupan Protein Hewani dengan Kejadian Stunting pada Balita. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (649kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (121kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2]
Preview
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf - Published Version

Download (160kB) | Preview
[thumbnail of BAB 3]
Preview
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (56kB) | Preview
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (286kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (51kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA-LAMPIRAN)
DAPUS-LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Salah satu penyebab yang berkontibusi terhadap kejadian stunting dalam faktor tidak adekuatnya complementary feeding yaitu kurangnya keragaman makanan pangan yang bersumber dari protein khususnya protein hewani. Kekurangan protein pada balita dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan jaringan yang tidak normal,kerusakan fisik dan mental.

Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari beberapa literatur. Literatur yang sesuai dengan kriteria dan tema, selanjutnya dilakukan review guna mencari persamaan, perbedaan dan kesimpulannya.

Berdasarkan 16 literatur tentang hubungan asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita, menyatakan bahwa ada hubungan asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita. Rata-rata asupan protein hewani pada anak balita stunting lebih rendah dibandingkan anak normal. Konsumsi bahan makanan hewani yang rendah pada anak balita pendek, menyebabkan kekurangan protein, zat gizi mikro lain yang penting bagi pertumbuhan

Disarankan bagi tenaga kesehatan dan sektor-sektor kesehatan terkait agar dapat mengupayakan dan mendukung program asupan protein hewani yang cukup bagi masyarakat, terutama untuk anak yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Kata kunci: Stunting, asupan protein hewani, balita, literature review

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Jurusan/Prodi Kebidanan Kemenkes Poltekkes Medan > Jurusan Kebidanan Medan > Sripsi/LTA Mahasiswa Prodi D4 Kebidanan Medan
Depositing User: mrs librarian terpadu
Date Deposited: 12 Jan 2026 02:09
Last Modified: 12 Jan 2026 02:09
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/4874

Actions (login required)

View Item
View Item