GAMBARAN INFEKSI SIFILIS PADA PENDONOR DARAH MENGGUNAKAN METODE CLIA (CHEMILUMINESCENCE IMMUNOASSAY) DI UDD PMI KOTA MEDAN

Bella, Aprilia Pramudita (2023) GAMBARAN INFEKSI SIFILIS PADA PENDONOR DARAH MENGGUNAKAN METODE CLIA (CHEMILUMINESCENCE IMMUNOASSAY) DI UDD PMI KOTA MEDAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER & ABSTRAK] Text (COVER & ABSTRAK)
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (402kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (256kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (218kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (129kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (444kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (96kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN] Text (DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Donor darah diindikasikan dalam pengobatan berbagai kondisi termasuk
trauma, gangguan perdarahan dan kehilangan darah karena pembedahan. Namun,
donor darah juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya infeksi menular seksual.
PMI sebagai organisasi terbesar yang bergerak dibidang sosial khususnya donor
darah telah menetapkan uji saring atas 4 parameter penyakit infeksi tersebut, hal
ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.7 tahun 2011 yang
meliputi Sifilis, HIV/AIDS, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Sifilis merupakan
infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat
ditularkan melalui kontak seksual, kongenital, atau melalui komponen darah.
Penggunaan CLIA (Chemiluminescence Immunoassay) dalam pemeriksaan
IMLTD telah dievaluasi, direkomendasikan, serta dilatihkan ke UTD yang tertera
dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.91 Tahun 2015. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui jumlah pendonor darah yang terinfeksi Treponema
pallidum di Unit Donor Darah PMI Kota Medan. Metode penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Waktu penelitian dimulai
dari November 2022 sampai Juni 2023 dengan jumlah sampel 88 orang yang
dihitung menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan dari 88
sampel pendonor darah ditemukan 2 orang reaktif sifilis. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah dari 88 sampel pendonor darah 2 sampel (2%) diantaranya
terinfeksi sifilis. Sementara itu, 86 sampel (98%) lainnya non reaktif sifilis.
Berdasarkan usia, hasil pemeriksaan sifilis ditemukan pada kelompok usia 41-46
tahun sebanyak 1 orang (50%) dan pada kelompok usia 53-62 tahun sebanyak 1
orang (50%). Berdasarkan jenis kelamin, hasil pemeriksaan reaktif sifilis hanya
ditemukan pada jenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 2 orang (100%),
sementara itu pada jenis kelamin perempuan tidak ditemukan hasil pemeriksaan
reaktif sifilis (0%). Saran dari penelitian ini diiharapkan masyarakat dapat
memahami bahaya serta resiko dari penyakit sifilis, masyarakat dapat menjaga
kesehatan tubuh dan juga gaya hidup yang sehat, tidak melakukan hubungan seks
bebas, jika mendapati beberapa gejala sifilis segera melakukan pengobatan agar
sifilis tidak berkembang ke stadium selanjutnya.
Kata kunci : Sifilis, Pendonor Darah, CLIA

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Hermawani Syafriani Matondang
Date Deposited: 09 Feb 2026 03:55
Last Modified: 09 Feb 2026 03:55
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5204

Actions (login required)

View Item
View Item