HARAHAP, RIKA SYAHPUTRIANI (2020) STUDI LITERATUR PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STREPTOZOTOCIN DAN ALOKSAN SEBAGAI AGEN DIABETAGONIK PADA UJI IN VIVO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
68. KTI Rika syahputriani FILE 1 DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (150kB)
68. KTI Rika syahputriani FILE 2 BAB I.pdf - Published Version
Download (145kB)
68. KTI Rika syahputriani FILE 3 BAB II.pdf - Published Version
Download (128kB)
68. KTI Rika syahputriani FILE 4 BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (101kB)
68. KTI Rika syahputriani FILE 5 BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (114kB)
68. KTI Rika syahputriani FILE 6 BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (97kB)
68. KTI Rika syahputriani FILE 7 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau
sekresi insulin. Untuk melakukan eksperimen biasanya menggunakan larutan glukosa, aloksan, streptozotocin, dan obat-obat golongan kortikosteroid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas
Streptozotocin dan Aloksan sebagai agen diabetagonik pada uji in vivo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Literatur, dengan menggumpulkan data-data sekunder yaitu berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang telah terpublikasikan maksimal 10 tahun terakhir baik dalam
bentuk artikel ilmiah, review artikel, ataupun artikel lainnya dari jurnal-jurnal yang sudah terindeks google scholar dan minimal sudah teraktreditasi nasional.
Berdasarkan hasil penelitian studi literatur diperoleh 4 artikel yang telah dianalisis. Streptozotocin dan aloksan dapat menjadi agen diabetagonik pada penggujian in vivo. Pemberian Streptozotocin dilakukan dengan rute pemberian
intraperitoneal ataupun intravena dengan dosis 40mg/KgBb-45mg/KgBb pada hewan uji tikus putih jantan, waktu yang diperlukan untuk hiperglikemik 3 hari. Sedangkan pemberian aloksan pada hewan uji mencit swiss dengan rute pemberian intraperitoneal dengan dosis 120mg/KgBb dan 3 hari dibutuhkanuntuk kondisi hiperglikemik.
Kesimpulan penelitian ini adalah Streptozotocin dan aloksan memberikan efektivitas sebagai agen diabetagonik tetapi streptozotocin lebih efektif karena dengan dosis rendah Kadar Gula Darah hewan percobaan sudah naik.
Kata Kunci: Agen Diabetagonik, Steptozotocin, Aloksan, uji In vivo.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 04:32 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 04:32 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5273 |
