PAKPAHAN, TRISTIN ELINA (2020) STUDI LITERATUR UJI EFEK ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus PADA FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) DENGAN BERBAGAI EMULGATOR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
117. KTI. Tristin FILE 1 DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (319kB)
117. KTI. Tristin FILE 2 BAB I.pdf - Published Version
Download (286kB)
117. KTI. Tristin FILE 3 BAB II.pdf - Published Version
Download (334kB)
117. KTI. TristinFILE 4 BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (172kB)
117. KTI. Tristin FILE 5 BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (457kB)
117. KTI. Tristin FILE 6 BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (166kB)
117. KTI. Tristin FILE 7 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (634kB)
Abstract
Bawang putih merupakan salah satu tanaman rempah Indonesia yang berkhasiat sebagai obat. Bawang putih mengandung senyawa sulfur allisin yang bertanggungjawab sebagai antimikrobial. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri komensal yang relatif sering dijumpai pada tubuh manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan impetigo, furunkel, dan infeksi luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak akuades dan minyak bawang putih (Allium sativum) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan emulgator anionik, nonionik, lilin lebah dan boraks dengan ekstrak bawang putih mana yang lebih baik dalam pembuatan sediaan krim ekstrak bawang putih (Allium sativum).
Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan data-data terkait penelitian baik berupa jurnal nasional maupun internasional
Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata zona hambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 2%, 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125% ekstrak minyak bawang putih adalah 7,3 mm, 8,57 mm, 7,50 mm, 7,22 mm, 6,62 mm. Dan emulgator nonionik menunjukkan daya hambat krim bakteri Staphylococcus aureus yang baik pada konsentrasi 3% adalah 12,96 mm serta emulgator lilin lebah dan boraks ditinjau dari uji sifat fisik krim.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak minyak bawang putih lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Emulgator nonionik dan emulgator lilin lebah dan boraks lebih baik dalam pembuatan krim ekstrak bawang putih.
Kata Kunci : Krim, Bawang Putih, Emulgator, Staphylococcus aureus
Daftar Bacaan : 50 (1978-2019)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 03:16 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 03:16 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5375 |
