KHETRINE, BR GINTING (2019) ANALISA KUANTITATIF BAHAN PENGAWET NATRIUM BISULFIT PADA MANISAN BUAH SALAK YANG DIJUAL DIPASAR PETISAH MEDAN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 1 DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (255kB)
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 2 BAB I.pdf - Published Version
Download (20kB)
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 3 BAB II.pdf - Published Version
Download (215kB)
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 4 BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (109kB)
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 5 BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (187kB)
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 6 BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (69kB)
070 KTI KHETERINE Br.GINTING FILE 7 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (3MB)
Abstract
Tanaman salak merupakan tanaman buah asli dari indonesia yang dapat dijumpai hampir disemua propinsi wilayah nusantara. Manisan buah adalah buah buahan yang direndam dalam air gula selama beberapa waktu. Hal ini mengakibatkan kadar gula dalam buah akan meningkat dan kadar air dalam buah akan berkurang. Keadaan ini dapat menghambat pertumbuhan mikroba perusak, hasilnya buah menjadi lebih tahan lama. Penggunaan bahan pengawet natrium bisulfit untuk mencegah pencoklatan pada produk buah dan umbi olahan merupakan alasan utama penggunaan senyawa tersebut. Maka dari itu, Pembatasan penggunaan natrium bisulfit ini bertujuan agar tidak terjadi keracunan.penggunaan berlebih natrium bisulfit ditemukan berbahaya bagi beberapa individu yang sensitif sulfit dan dapat mengalami reaksi merugikan setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung sulfit seperti serangan asma pada orang-orang tertentu.
Penelitian ini dilakukan untuk menghitung kadar bahan pengawet natrium bisulfit pada manisan buah dan untuk mengetahui apakah manisan buah salak yang dijual di pasar petisah memenuhi syarat Permenkes RI No. 722/Men/Kes/Per/IX/88.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisa kuantitatif secara iodimetri. Sampel yang digunakan adalah air dan buah manisan buah salak.
Dari hasil peneltian didapat kadar air buah manisan buah salak sampel (1A = 7,63 mg/kg), (2A = 5.3 mg/kg), (3A = 6.3 mg/kg), (4A = 10,4 mg/kg), (5A = 14,1 mg/kg), (6A = 10,3 mg/kg) dan didapat kadar buah manisan buah salak sampel (1B = 4,7 mg/kg), (2B = 3,9 mg/kg). (3B = 2,1 mg/kg), (4B = 1,48 mg/kg), (5B = 6,4 mg/kg), (6B = 1.36 mg/kg).
Dari hasil penelitian uji kuantitatif secara iodiumetri dengan menggunakan metode standar nasional indonesia 01-0222-1995, dapat disimpulkan bahwa sampel air dan buah manisan buah salak yang dijual di pasar petisah medan memenuhi syarat Permenkes RI No. 722/Men/Kes/Per/IX/88.
Kata kunci : manisan salak, natrium bisulfit, iodimetri
Daftar Bacaan : 13 (1955-2018)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 15:38 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 15:38 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5821 |
