SAFRIDAH, SAFRIDAH (2020) GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN BPJS DI RSUD RANTAU PRAPAT. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
258 KTI Safrida-FIL.1.DFT ISI.pdf - Published Version
Download (128kB)
258 KTI Safrida-FIL.2.BAB.I.pdf - Published Version
Download (39kB)
258 KTI Safrida-FIL.3.BAB.II.pdf - Published Version
Download (129kB)
258 KTI Safrida-FIL.4.BAB.III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (31kB)
258 KTI Safrida-FIL.5.BAB.IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (136kB)
258 KTI Safrida-FIL.6.BAB.V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (29kB)
258 KTI Safrida-FIL.7.DFT PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Gaya hidup masyarakat pada masa kini jauh berbeda dengan gaya hidup masyarakat pada masa dahulu. Perbedaan ini sangat jelas terlihat mulai dari pola hidup hingga makanan.
Kurangnya aktivitas fisik karena beragam fasilitas modern, serta mengonsumsi makanan yang serba instan dan stress yang
meningkat akibat tuntutan kerja dan ekonomi adalah faktor utama penyebab penyakit hipertensi. Berdasarkan survey awal penyakit hipertensi adalah penyakit nomor 3 dari 10 penyakit besar di RSUD Rantauprapat, maka penulis tertarik untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti hipertensi hipretensi di RSUD Rantauprapat. Tujuan penelitian umum Untuk mengetahui gambaran Penggunaan obat anti hipertensi golongan ARB (Valsartan dan Candesartan) dan CCB (Amlodipin) pada pasien rawat jalan BPJS DI RSUD Rantauprapat. Berdasarkan penyebabnya hipertensi terbagi menjadi dua golongan, Hipertensi Esensial atau hipertensi primer merupakan 90% dari seluruh kasus hipertensi adalah hipertensi esensial yang didefinisikan sebagai peningkatan
tekanan darah yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik). Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data dari resep. dengan Teknik Sampling Jenuh, dimana seluruh populasi dijadikan sampel, populasi pasien hipertensi dengan gagal jantung berjumlah 85 pasien dan pasien dengan diabetes melitus berjumlah 23 pasien.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan obat hipertensi dengan gagal jantung atau diabetes melitus yang paling banyak digunakan adalah obat hipertensi kombinasi yaitu golongan ARB (Angiotensin Receptor Blockers) dengan CCB (Calcium Channal Blockers).
Kesimpulan penelitian ini adalah Obat hipertensi yang digunakan adalah golongan Angiotensin Receptor Blockers (ARB) 80,66%, Calcium Channel Blockers (CCB) 30,33%.
Kata Kunci : Penggunaan Obat, Anti Hipertensi, pasien
Daftar Bacaan : 16 (2006-2016)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 08:22 |
| Last Modified: | 16 Apr 2026 08:22 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5862 |
