TIAMSI SARAGIH, TIAMSI SARAGIH (2020) GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS SERBALAWAN PERIODE BULAN JANUARI – MARET 2020. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.1.DFT ISI.pdf - Published Version
Download (440kB)
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.2.BAB.I.pdf - Published Version
Download (263kB)
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.3.BAB.II.pdf - Published Version
Download (224kB)
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.4.BAB.III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (258kB)
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.5.BAB.IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (412kB)
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.6.BAB.V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (395kB)
266 KTI Tiamsi Saragih-FIL.7.DFT PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Antibiotika adalah zat-zat kimia yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil.Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah resisitensi dan efek obat yang tidak dikehendaki.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemakaian antibiotik di Puskesmas Serbalawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari seluruh lembaran resep pasien rawat jalan di Puskesmas Serbalawan periode 01 Januari – 31 Maret 2020 yang mengandung antibiotik. Jumlah resep antibiotik yang diamati sebanyak 1277 lembar resep (23,32% dari total kunjungan pasien), jumlah pasien perempuan 653 lembar resep (51,14%), Laki-laki 624 lembar resep (48,86%). Diperoleh data penggunaan antibiotik yang digunakan di Puskesmas Serbalawan yaitu Amoksisilin sebanyak 382 resep (29,91%), Golongan Kuinolon sebanyak 281 resep (22,00%), Golongan Makrolida sebanyak 278 resep (21,77%), Kotrimoksazol sebanyak 257 resep (20,13%), Metronidazole sebanyak 41 resep (3,21%), Kloramfenikol sebanyak 23 resep (1,8%),
Tetrasiklin sebanyak 15 resep (1,18%), sedangkan berdasarkan diagnosa penyakit, antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu untuk ISPA sebanyak 363 resep (28,42%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik di Puskesmas Serbalawan tidak sesuai dengan standar penggunaan obat rasional atau standar indikator peresepan yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu < 22,70% untuk penggunaan antibiotik di unit pelayanan kesehatan (WHO, 2005).
Kata kunci : Antibiotik, gambaran penggunaan, Puskesmas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 07:31 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 07:31 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5882 |
