GAMBARAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK SD PADA SUKU JAWA DAN BATAK

ROFIKOH, IMLA (2025) GAMBARAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI ANAK SD PADA SUKU JAWA DAN BATAK. Diploma thesis, UNSPECIFIED.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB I KTI IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version

Download (99kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II KTI IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version

Download (213kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version

Download (233kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV KTI IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (450kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB V KTI IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (85kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN KTI IMLA ROFIKOH.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of TURNITIN] Text (TURNITIN)
HASIL SIMILARITY.pdf - Published Version

Download (874kB)

Abstract

Pola makan berperan penting dalam menentukan status gizi, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang sedang mengalami pertumbuhan pesat. Perbedaan budaya dan kebiasaan makan tiap suku memengaruhi jenis, frekuensi, serta jumlah konsumsi pangan yang berdampak pada status gizi.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola makan dan status gizi siswa kelas V suku Jawa di UPT SPF SDN 108239 Tanjung Mulia dan suku Batak di UPT SPF SDN 101914 Kampung Baru.
Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional pada 42 siswa (30 suku Jawa, 12 suku Batak). Data diperoleh melalui kuesioner Semi SQ-FFQ dan pengukuran antropometri berat badan serta tinggi badan, kemudian dihitung indeks IMT/U mengacu pada Permenkes No. 2 Tahun 2020. Analisis dilakukan secara univariat. T
Hasil menunjukkan pola makan baik dan tidak baik masing-masing sebesar 50,0% pada suku Jawa, sedangkan pola makan tidak baik lebih tinggi pada suku Batak (75,0%). Jenis konsumsi baik ditemukan pada seluruh anak suku Batak (100%) dan sebagian besar anak suku Jawa (90,0%).
Kesimpulan mayoritas responden memiliki status gizi baik, namun masih ditemukan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Edukasi gizi berkelanjutan direkomendasikan untuk memperbaiki pola makan dan mempertahankan status gizi optimal.

Kata kunci: pola makan, status gizi, anak sekolah dasar, suku Jawa, suku Batak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 13 Jul 2026 03:58
Last Modified: 13 Jul 2026 03:58
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6258

Actions (login required)

View Item
View Item