GAMBARAN ASUPAN SARAPAN PAGI DAN KEJADIAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 2 DELI SERDANG

KELIAT, ATIKA SYAHRANI (2025) GAMBARAN ASUPAN SARAPAN PAGI DAN KEJADIAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTSN 2 DELI SERDANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version

Download (350kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version

Download (78kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version

Download (159kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version

Download (155kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (95kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (58kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAPUS DAN LAMPIRAN KTI ATIKA SYAHRANI.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri dan dapat berdampak
pada penurunan konsentrasi, prestasi belajar, serta kesehatan secara umum. Salah satu faktor
penyebab anemia adalah kebiasaan tidak sarapan pagi, padahal sarapan berkontribusi
terhadap 20– 25% kebutuhan energi harian.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran asupan sarapan pagi dan kejadian anemia
pada remaja putri di MTSN 2 Deli Serdang. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan
pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswi kelas VIII, dengan sampel
sebanyak 69 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner, metode food recall, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat
Easy Touch Digital Test.
Hasil penelitian menunjukkan frekuensi sarapan pagi tergolong baik pada 55,1% siswi, 44,9%
memiliki frekuensi tidak baik. Pola menu sarapan sebagian besar tidak baik (58%) karena hanya
mengonsumsi kurang dari tiga jenis makanan. Asupan energi sarapan kategori tidak baik
(94,2%) dengan kontribusi energi <20% dari AKG. Status anemia menunjukkan 21,7% siswi
mengalami anemia, sementara 78,3% normal.
Kesimpulannya, sebagian besar remaja putri memiliki kebiasaan sarapan yang kurang baik,
terutama dari variasi menu dan kecukupan energi, dan masih terdapat siswi yang mengalami
anemia. Edukasi gizi mengenai pentingnya sarapan sehat dan seimbang perlu ditingkatkan
untuk mencegah anemia dan menunjang kesehatan remaja.
Kata kunci: sarapan pagi, anemia, remaja putri, asupan gizi

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 17 Jul 2026 06:10
Last Modified: 17 Jul 2026 06:10
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6302

Actions (login required)

View Item
View Item