“DAYA TERIMA TEH CELUP BUBUK KULIT SALAK MENURUT MUTU FISIK DENGAN PERBEDAAN GRAM PERSACHET”

SIREGAR, NURUL ADHA (2025) “DAYA TERIMA TEH CELUP BUBUK KULIT SALAK MENURUT MUTU FISIK DENGAN PERBEDAAN GRAM PERSACHET”. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER 2.pdf - Published Version

Download (3MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I 2.pdf - Published Version

Download (483kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II 2.pdf - Published Version

Download (2MB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III 2.pdf - Published Version

Download (477kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV 2.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (448kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V 2.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (424kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN 2.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Kulit salak berperan sebagai penurunan kadar glukosa darah,
penghambat a-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Senyawa
yang terdapat pada kulit buah salak berupa senyawa flavanoid yang dapat
menurunkan kadar glukosa darah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima teh celup
bubuk kulit salak berdasarkan parameter organoleptik meliputi warna,
rasa, dan aroma dengan perbedaan berat bubuk per sachet.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan tiga
perlakuan, yaitu A (4 gram), B (3 gram), dan C (2 gram), yang diuji oleh 30
panelis semi terlatih dari mahasiswa Politeknik Kesehatan Medan Jurusan
Gizi. Proses pembuatan teh celup meliputi penyortiran, pencucian,
pengeringan dengan cabinet dryer pada suhu 60°C selama 7 jam,
penggilingan, pengayakan, dan pengemasan ke dalam kantong teh celup
food grade.
Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan antar perlakuan terhadap warna, rasa, dan aroma teh
celup bubuk kulit salak (p < 0,05). Perlakuan A (4 gram) memperoleh nilai
tertinggi pada semua parameter dengan kategori ―suka‖, menghasilkan
seduhan teh yang lebih pekat, beraroma kuat, dan bercita rasa seimbang.
Dengan demikian, penggunaan 4 gram bubuk kulit salak per sachet
merupakan formulasi yang paling disukai panelis.
Penelitian ini membuktikan bahwa kulit salak dapat dimanfaatkan
menjadi produk minuman fungsional bernilai ekonomi dan berpotensi
sebagai alternatif minuman sehat bagi masyarakat.
Kata Kunci: Teh celup, Kulit salak, Uji organoleptik, Daya terima,Minuman fungsional

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 21 Jul 2026 09:42
Last Modified: 21 Jul 2026 09:42
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6323

Actions (login required)

View Item
View Item