HUBUNGAN POLA KEBIASAAN MAKAN REMAJA DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH DI SMP YAYASAN TRISAKTI LUBUK PAKAM

LUMBANTORUAN, RISDA SRI VERONIKA (2025) HUBUNGAN POLA KEBIASAAN MAKAN REMAJA DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH DI SMP YAYASAN TRISAKTI LUBUK PAKAM. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER_.pdf - Published Version

Download (814kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (194kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (297kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (252kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (250kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (143kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang
semakin meningkat dengan prevalensi nasional naik dari 7,3% pada 2013
menjadi 13,5% pada 2018, dan di Kabupaten Deli Serdang mencapai
36,2% pada 2023. Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena
dapat berdampak pada risiko penyakit degeneratif di masa depan. Salah
satu faktor penyebabnya adalah pola kebiasaan makan yang tidak baik,
seperti frekuensi makan tidak teratur, jenis makanan kurang bervariasi,
serta jumlah asupan energi yang berlebih atau tidak sesuai kebutuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola
kebiasaan makan yang meliputi frekuensi, jenis, dan jumlah konsumsi
makanan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMP Yayasan Trisakti
Lubuk Pakam. Penelitian ini mengunakan metode observasional dengan
pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April hingga
Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 79 siswa. Data diperoleh melalui
wawancara menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire
(FFQ) semi-kuantitatif dan pengukuran antropometri. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil
penelitian menunjukkan 55,7% remaja memiliki pola kebiasaan makan
tidak baik, dan 35,4% mengalami gizi lebih. Uji Chi-Square menunjukkan
adanya hubungan signifikan (p = 0,001), di mana semakin tidak baik pola
makan remaja maka semakin tinggi risiko mengalami gizi lebih,
sedangkan pola makan baik cenderung berkaitan dengan status gizi
normal. Diharapkan guru dan orang tua dapat bekerja sama memberikan
edukasi gizi untuk mencegah gizi lebih pada remaja.
Kata kunci: Pola kebiasaan makan, remaja, gizi lebih

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 24 Jul 2026 02:05
Last Modified: 24 Jul 2026 02:05
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6371

Actions (login required)

View Item
View Item