UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi

Indah Purwanti, Indah Purwanti (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of FILE.1COVER] Text (FILE.1COVER)
Pengantar.pdf - Published Version

Download (5MB)
[thumbnail of FILE.2BABI] Text (FILE.2BABI)
BAB I.PDF - Published Version

Download (337kB)
[thumbnail of FILE.3BABII] Text (FILE.3BABII)
BAB 2.PDF - Published Version

Download (553kB)
[thumbnail of FILE.4BABIII] Text (FILE.4BABIII)
BAB 3.PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[thumbnail of FILE.5BABIV] Text (FILE.5BABIV)
BAB 4.PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (480kB)
[thumbnail of FILE.6BABV] Text (FILE.6BABV)
BAB 5.PDF - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[thumbnail of FILE.7DAFTARPUSTAKADANLAMPIRAN] Text (FILE.7DAFTARPUSTAKADANLAMPIRAN)
Dapus dan lampiran.pdf

Download (3MB)

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pencernaan, disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Meningkatnya prevalensi resistensi bakteri terhadap antibiotik sintesis mendorong perlunya eksplorasi alternatif agen antibakteri dari bahan alam. Daun kelor (Moringa oleifera L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang potensial sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri infusa daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.
Penelitian eksperimental ini menggunakan pendekatan uji mikrobiologi. Proses ekstraksi sampel dilakukan dengan metode infusa, dilanjutkan dengan identifikasi senyawa metabolit sekunder melalui Skrining fitokimia. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar terhadap bakteri Salmonella typhi.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan infusa daun kelor positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Pada uji aktivitas antibakteri, kontrol positif (Ciprofloxacin) menghasilkan zona bening rata-rata sebesar 27,34 mm (kategori sangat kuat). Namun, infusa daun kelor pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50%, serta aquadest sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan pembentukan zona bening (0 mm) di sekeliling sumuran.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa infusa daun kelor pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50% tidak memiliki aktivitas antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi melalui metode difusi sumuran. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan pengujian menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut organik yang memiliki tingkat polaritas berbeda.

Kata Kunci: Moringa oleifera L, Salmonella typhi, Infusa, Antibakteri, Difusi Sumuran

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi
Depositing User: Basariah Basariah Basariah
Date Deposited: 29 Jul 2026 07:43
Last Modified: 29 Jul 2026 07:43
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6478

Actions (login required)

View Item
View Item