SITUMEANG, MY LAND LORENCIA (2026) FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK ATSIRI ROSEMARY (Rosmarinus officinalis L.). Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
FILE I.pdf - Published Version
Download (692kB)
FILE II.pdf - Published Version
Download (249kB)
FILE III.pdf - Published Version
Download (398kB)
FILE IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (357kB)
FILE V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (367kB)
FILE VI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (253kB)
FILE VII.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Aromaterapi merupakan salah satu bentuk pengobatan komplementer yang
banyak digunakan dengan penambahan minyak atsiri. Minyak atsiri memiliki
aroma khas dan mudah menguap, dimana dapat memberikan efek dalam mengelola
stres dan kecemasan. Minyak atsiri rosemary tersusun atas senyawa terpenoid yang
bersifat volatile, seperti 1,8-sineol, borneol, camphene, linanool, dan limonene.
Penelitian ini bertujuan mengetahui minyak atsiri rosemary (Rosmarinus officinalis
L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan lilin aromaterapi serta mengetahui
konsentrasi minyak atsiri rosemary (Rosmarinus officinalis L.) yang memenuhi
syarat evaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan
Posttest-only Control Design. Ekstraksi minyak atsiri yang digunakan adalah
destilasi uap-air dari tumbuhan rosemary. Lilin aromaterapi dari minyak atsiri
rosemary dengan konsentrasi 4%, 8%, dan 12%. Kemudian dilakukan uji evaluasi
fisik dari sediaan, yang meliputi organoleptis, waktu bakar, kesukaan, dan stabilitas
selama 3 minggu.
Hasil penelitian ini adalah total minyak atsiri rosemary sebanyak 34,3 ml.
Dari evaluasi fisik bahwa F1 (4%), F2 (8%), F3 (12%) sediaan lilin aromaterapi
memiliki bentuk, warna, dan aroma khas aromatik yang stabil, memiliki waktu
bakar sediaan antara 2.11 jam - 3.07 jam, dan uji kesukaan pada F3 (12%) memiliki
total nilai tertinggi yaitu 8,8.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak atsiri rosemary (Rosmarinus
officinalis L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan lilin aromaterapi dan
konsentrasi 4%, 8%, 12% memenuhi syarat evaluasi fisik. Pada tingkat kesukaan
sediaan lilin aromaterapi konsentrasi 12% paling disukai responden.
Kata kunci: lilin aromaterapi, destilasi uap-air, rosemary, minyak atsiri
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 08:04 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 08:04 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6622 |
