UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Streptococcus mutans SEBAGAI PENYEBAB KARIES GIGI

Sianturi, Asima Sianturi (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Streptococcus mutans SEBAGAI PENYEBAB KARIES GIGI. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDA.

[thumbnail of FILE 1 COVER] Text (FILE 1 COVER)
file 1.pdf - Published Version

Download (19MB)
[thumbnail of FILE 2 BAB I] Text (FILE 2 BAB I)
file 2.pdf - Published Version

Download (154kB)
[thumbnail of FILE 3 BAB II] Text (FILE 3 BAB II)
file 3.pdf - Published Version

Download (303kB)
[thumbnail of FILE 4 BAB III] Text (FILE 4 BAB III)
file 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[thumbnail of FILE 5 BAB IV] Text (FILE 5 BAB IV)
file 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (377kB)
[thumbnail of FILE 6 BAB V] Text (FILE 6 BAB V)
file6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (134kB)
[thumbnail of FILE 7 DAFTAR PUSTAKA] Text (FILE 7 DAFTAR PUSTAKA)
file 7.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak disebabkan oleh aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif antibakteri terus dikembangkan, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera) yang diketahui mengandung metabolit sekunder berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelor terhadap Streptococcus mutans serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium secara in vitro. Ekstraksi daun kelor dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 25%, 50%, dan 75%, serta kontrol positif dan kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat yang diukur dalam milimeter (mm). Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol daun kelor positif mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% berturut-turut sebesar 10,0 mm; 10,8 mm; dan 11,8 mm, sedangkan kontrol positif sebesar 21,0 mm dan kontrol negatif 0 mm. Konsentrasi 75% merupakan konsentrasi paling optimal karena menghasilkan diameter zona hambat terbesar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sediaan kesehatan gigi berbasis herbal.
Kata kunci: Moringa oleifera, antibakteri, Streptococcus mutans.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi
Depositing User: Basariah Basariah Basariah
Date Deposited: 05 Aug 2026 08:12
Last Modified: 10 Aug 2026 02:26
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6646

Actions (login required)

View Item
View Item