PENERAPAN KONSELING DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA IBU POSTPARTUM BLUES DI RUANGAN MAWAR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIDIKALANG TAHUN 2026

Sinaga, Alredi Clesia (2026) PENERAPAN KONSELING DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA IBU POSTPARTUM BLUES DI RUANGAN MAWAR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIDIKALANG TAHUN 2026. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of Cover]
Preview
Text (Cover)
KTI Cover Alredi .pdf

Download (5MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1]
Preview
Text (Bab 1)
Alredi Clesia Sinaga_BAB 1.pdf

Download (270kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2]
Preview
Text (Bab 2)
Alredi Clesia Sinaga_BAB II.pdf

Download (426kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
Alredi Clesia Sinaga_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (295kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
Alredi Clesia Sinaga_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (507kB)
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
Alredi Clesia Sinaga_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (251kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
Alredi Clesia Singa_DAFTAR PUSTAKA - AKHIR.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan psikologis ringan yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati yang tidak stabil. Kondisi ini umumnya muncul pada hari pertama hingga dua minggu setelah persalinan dan dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam merawat bayi, membangun ikatan emosional, serta beradaptasi dengan peran baru sebagai ibu. Jika tidak ditangani dengan baik, postpartum blues dapat berkembang menjadi depresi postpartum yang lebih berat. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, sekitar 13% wanita di dunia mengalami gangguan mental pascapersalinan, sedangkan di negara berkembang mencapai 19,8%. Di Indonesia, angka kejadian postpartum blues berkisar antara 50–70% pada ibu postpartum. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan pentingnya konseling dengan komunikasi terapeutik untuk membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesehatan psikologis ibu postpartum.
Tujuan Studi Kasus : Menggambarkan penerapan konseling dengan komunikasi terapeutik dalam mengatasi kecemasan pada ibu postpartum blues di Ruangan Mawar Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang Tahun 2026.
Metode Studi Kasus : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien ibu postpartum yang mengalami kecemasan akibat postpartum blues, yaitu Ny. E dan Ny. H. Intervensi yang diberikan berupa konseling dengan komunikasi terapeutik satu kali sehari selama tujuh hari melalui dukungan emosional, mendengarkan aktif, motivasi, dan edukasi mengenai adaptasi masa postpartum serta perawatan bayi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan.
Hasil : Setelah dilakukan intervensi, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan, tampak lebih tenang, mampu mengungkapkan perasaan dan keluhan, lebih percaya diri dalam merawat bayi, serta mampu menjalankan perannya sebagai ibu dengan lebih baik.
Kesimpulan dan Saran : Konseling dengan komunikasi terapeutik efektif membantu mengurangi kecemasan pada ibu postpartum blues dan dapat dijadikan tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan kesehatan psikologis ibu postpartum.
Kata kunci : Postpartum Blues, Konseling dengan Komunikasi Terapeutik, Kecemasan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Keperawatan Dairi > KTI Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Dairi
Depositing User: Rugun Togianur Lingga
Date Deposited: 13 Aug 2026 07:17
Last Modified: 13 Aug 2026 07:17
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6886

Actions (login required)

View Item
View Item