FAZIA SYAHDA, FAZIA SYAHDA (2026) PERBANDINGAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L) BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN DENGAN METODE TITRASI 2,6 DIKLOROFENOL INDOFENOL. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
File 1.pdf - Published Version
Download (906kB) | Preview
File 2.pdf - Published Version
Download (152kB) | Preview
File 3.pdf - Published Version
Download (287kB) | Preview
File 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (185kB)
File 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (225kB)
File 6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (134kB)
File 7.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Vitamin C merupakan vitamin larut air yang berperan penting sebagai antioksidan dan membantu pembentukan kolagen dalam tubuh. Kandungan vitamin C pada buah pepaya dapat berubah sesuai tingkat kematangan buah. Pepaya California (Carica papaya L.) merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi
masyarakat karena mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan kadar vitamin C pada pepaya California mengkal dan matang menggunakan metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol (DCPIP). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis kuantitatif secara volumetri. Sampel penelitian berupa pepaya California mengkal dan matang yang diperoleh dari Pasar Sukaramai Kota Medan dengan teknik purposive
sampling. Sampel ditimbang sebanyak 100 gram, dihaluskan, kemudian dianalisis menggunakan metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol setelah dilakukan pembakuan larutan titer menggunakan asam askorbat standar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada pepaya California mengkal sebesar 14,27 mg/100 g sampel, sedangkan kadar vitamin C pada pepaya California matang sebesar 30,9 mg/100 g sampel. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar vitamin C pada pepaya matang lebih tinggi
dibandingkan pepaya mengkal dengan perbandingan sebesar 1 : 2,16. Perbedaan kadar vitamin C dipengaruhi oleh perubahan fisiologis dan biokimia selama proses pematangan buah.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kematangan berpengaruh terhadap kadar vitamin C pada buah pepaya California. Pepaya matang memiliki kadar vitamin C lebih tinggi dibandingkan pepaya mengkal sehingga lebih
baik dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian. Metode titrasi 2,6-diklorofenol indofenol terbukti dapat digunakan untuk menentukan kadar vitamin C pada buah pepaya secara sederhana dan efektif.
Kata kunci : Vitamin C, Pepaya California, Tingkat Kematangan, 2,6-Diklorofenol Indofenol
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 04:15 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 04:15 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6919 |
