ANALISIS MUTU FISIK DAN MUTU KIMIA (SERAT, VITAMIN A) SNACK BAR DARI TEPUNG LABU KUNING DAN TEPUNG AMPAS KELAPA SEBAGAI MAKANAN JAJANAN

SIMANJUNTAK, RESDIKA (2023) ANALISIS MUTU FISIK DAN MUTU KIMIA (SERAT, VITAMIN A) SNACK BAR DARI TEPUNG LABU KUNING DAN TEPUNG AMPAS KELAPA SEBAGAI MAKANAN JAJANAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (806kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf - Published Version

Download (307kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2]
Preview
Text (BAB 2)
BAB 2.pdf - Published Version

Download (611kB) | Preview
[thumbnail of BAB 3]
Preview
Text (BAB 3)
BAB 3.pdf - Published Version

Download (377kB) | Preview
[thumbnail of BAB 4]
Preview
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf - Published Version

Download (393kB) | Preview
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (173kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN] Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Makanan jajanan merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh anak, makanan jajanan yang aman dan bergizi juga sangat memegang peranan yang penting dalam pertumbuhan anak karena dapat menyumbangkan energi dan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, salah satu makanan jajanan yang sering dikonsumsi anak adalah snack bar.
Snack bar merupakan makanan jajanan yang tinggi serat yang dapat mencegah sembelit pada anak.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis mutu fisik danmutu kimia snack bar dari tepung labu kuning dan tepung ampas kelapa sebagai makanan jajanan.
Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Jenis perlakuan pada penelitian ini adalah penggunaan tepung labu kuning sebesar 65 gr dan tepung ampas kelapa 35 gr (perlakuan A), tepung labu kuning 75 gr dan tepung ampas kelapa 25 gr (perlakuan B), tepung labu
kuning 85 gr dan tepung ampas kelapa 15 gr (perlakuan C). Penilaian mutu organoleptik dilakukan di laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Jurusan Gizi Lubuk Pakam dengan menggunakan 25 orang panelis agak terlatih. Sedangkan uji mutu kimia di lakukan di laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penambahan
tepung labu kuning dan tepung ampas kelapa terhadap mutu fisik snack bar dengan nilai (p = 0,00 < 0,05). Hasil uji kesukaan diperoleh snack bar yang paling disukai adalah perlakuan B dengan penambahan tepung labu kuning 75 gr dan tepung ampas kelapa 25 gr. Mutu kimia snack bar mengandung serat 4.78% dan Vitamin A 25.48 mcg.
Kata Kunci: mutu fisik, mutu kimia, snack bar, tepung labu kuning, tepung ampas kelapa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 18 Aug 2026 02:02
Last Modified: 18 Aug 2026 02:02
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6943

Actions (login required)

View Item
View Item