Pasaribu, erwinda febei jayanti (2026) PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENINGKATKAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PADA PASIEN HEMODIALISA DIRUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SIDIKALANG TAHUN 2026. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
ERWINDA_BAB I.pdf
Download (239kB) | Preview
ERWINDA_BAB II.pdf
Download (292kB) | Preview
ERWINDA_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (251kB)
ERWINDA_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (315kB)
ERWINDA_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB)
ERWINDA_ DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf
Download (2MB) | Preview
Erwinda_COVER .pdf
Download (9MB) | Preview
Abstract
Latar belakang: Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang sering menimbulkan komplikasi, salah satunya gangguan perfusi jaringan perifer yang ditandai dengan keluhan seperti kram otot, nyeri, kesemutan, dan ekstremitas terasa dingin. Berdasarkan Laporan dari Kemenkes RI (2023), dan data SKI tahun 2023 menunjukan prevalensi gagal ginjal kronik (GGK) di Indonesia mencapai sekitar 0,17% hingga 0,22% dari total penduduk. Kompres hangat merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dilakukan dengan memberikan terapi panas melalui media cairan atau perangkat tertentu pada bagian tubuh yang membutuhkan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah kompres hangat, yang berfungsi untuk meningkatkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah ke jaringan perifer.
Tujuan Studi Kasus: Menggambarkan penerapan kompres hangat dalam meningkatkan perfusi jaringan perifer pada pasien hemodialisa di RSUD Sidikalang.
Metode Studi Kasus: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif terhadap dua pasien hemodialisa yang mengalami gangguan perfusi jaringan perifer. Intervensi yang diberikan berupa kompres hangat pada ekstremitas dengan durasi ±15–20 menit, dilakukan secara rutin selama 3 hari. Teknik pelaksanaan meliputi kompres hangat sesuai strander oprasiaonal prosedur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik, serta kuesioner sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kedua subjek menunjukkan peningkatan perfusi jaringan perifer yang ditandai dengan berkurangnya keluhan kram dan nyeri, peningkatan suhu ekstremitas, warna kulit lebih normal, serta waktu pengisian kapiler membaik.
Kesimpulan dan Saran: Kompres hangat efektif dalam meningkatkan perfusi jaringan perifer pada pasien hemodialisa. Disarankan agar intervensi ini dapat dijadikan sebagai tindakan mandiri perawat dalam mengatasi gangguan perfusi perifer serta meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani terapi hemodialisa.
Kata kunci: Perfusi Jaringan Perifer, Kompres Hangat, Hemodialisa
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Keperawatan Dairi > KTI Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Dairi |
| Depositing User: | Rugun Togianur Lingga |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 03:08 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 03:08 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6951 |
