PENERAPAN OTAGO EXERCISE MENGURANGI RESIKO JATUH PADA LANSIA DI DESA SITINJO II WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITINJO KABUPATEN DAIRI TAHUN 2026

Sinuraya, Riska Erlikasna (2026) PENERAPAN OTAGO EXERCISE MENGURANGI RESIKO JATUH PADA LANSIA DI DESA SITINJO II WILAYAH KERJA PUSKESMAS SITINJO KABUPATEN DAIRI TAHUN 2026. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of Cover]
Preview
Text (Cover)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_COVER.pdf

Download (32MB) | Preview
[thumbnail of Bab 1]
Preview
Text (Bab 1)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_BAB I.pdf

Download (203kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2]
Preview
Text (Bab 2)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_BAB II.pdf

Download (270kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (212kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (412kB)
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (197kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka]
Preview
Text (Daftar Pustaka)
RISKA ERLIKASNA BR SINURAYA_LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami risiko jatuh akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan kekuatan otot, gangguan keseimbangan, dan penurunan mobilitas. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan cedera, ketergantungan, serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jatuh adalah Otago Exercise Programme, yaitu latihan yang berfokus pada penguatan otot ekstremitas bawah, latihan keseimbangan, dan latihan berjalan.
Tujuan : Menggambarkan penerapan Otago Exercise untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua lansia yang mengalami risiko jatuh sedang, yaitu Ny. R dan Tn. P. Intervensi berupa Otago Exercise dilakukan selama 1 bulan dengan frekuensi 3 kali seminggu dan durasi 15–30 menit setiap sesi. Program latihan meliputi latihan keseimbangan, latihan penguatan otot tungkai bawah, dan latihan berjalan sesuai standar operasional prosedur. Pengukuran risiko jatuh dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan lembar observasi perkembangan pasien.
Hasil : Setelah dilakukan intervensi Otago Exercise, kedua subjek menunjukkan peningkatan keseimbangan dan kekuatan otot ekstremitas bawah. Pada subjek I terjadi peningkatan skor Berg Balance Scale dari 37 menjadi 42 dengan rata-rata peningkatan 0,41 poin selama latihan, sedangkan pada subjek II meningkat dari 40 menjadi 43 dengan rata-rata peningkatan 0,25 poin selama latihan. Lansia tampak lebih stabil saat berjalan, lebih percaya diri ketika berpindah posisi, serta mengalami penurunan keluhan mudah lelah dan kehilangan keseimbangan.
Kesimpulan dan Saran : Otago Exercise efektif membantu mengurangi risiko jatuh pada lansia melalui peningkatan keseimbangan dan kekuatan otot. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat menerapkan dan memberikan edukasi mengenai Otago Exercise sebagai upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di komunitas.

Kata Kunci: Lansia, Risiko Jatuh, Otago Exercise, Keseimbangan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Keperawatan Dairi > KTI Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Dairi
Depositing User: Rugun Togianur Lingga
Date Deposited: 18 Aug 2026 06:55
Last Modified: 21 Aug 2026 05:13
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6974

Actions (login required)

View Item
View Item