Dhini Elza, Riani (2026) UJI SENSITIVITAS BAKTERI PENYEBAB INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) PADA PASIEN DI RSU BUNDA THAMRIN MEDAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (919kB) | Preview
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (199kB) | Preview
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (325kB) | Preview
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (21kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (37kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (9kB)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Infeksi pada saluran kemih (ISK) adalah salah satu infeksi yang sering terjadi serta
masih menjadi permasalahan kesehatan dengan angka kejadian yang cukup tinggi.
Penelitian ini ditujukan guna mengetahui tingkat sensitivitas bakteri yang menjadi
penyebab infeksi saluran kemih terhadap antibiotik yang diuji pada pasien di RSU
Bunda Thamrin Medan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif
dengan teknik total sampling. Sampel penelitian berupa 49 urin pasien suspect
infeksi saluran kemih yang diperiksa di laboratorium mikrobiologi RSU Bunda
Thamrin Medan pada Januari-Februari 2026. Identifikasi bakteri dan uji
sensitivitas antibiotik dilakukan dengan penggunaan alat Vitek 2 Compact. Hasil
penelitian memperlihatkan dari 49 sampel urin yang diperiksa, sebanyak 23
sampel (47%) menunjukkan pertumbuhan bakteri serta 26 sampel (53%) tidak
menunjukkan pertumbuhan bakteri. Penemuan bakteri meliputi Escherichia coli,
Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Citrobacter freundii,
Acinetobacter baumannii, Aeromonas sobria, Burkholderia cepacia,
Enterobacter cloacae, Staphylococcus hominis, dan Enterococcus faecalis.
Escherichia coli adalah suatu bakteri yang paling banyak ditemukan. Hasil uji
sensitivitas menunjukkan bahwa ertapenem, meropenem, dan nitrofurantoin
memiliki tingkat sensitivitas tertinggi, terutama terhadap Escherichia coli,
sedangkan Pseudomonas aeruginosa tidak menunjukkan sensitivitas terhadap
antibiotik yang diuji. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
tingkat sensitivitas antibiotik berbeda pada setiap jenis bakteri. Oleh karena itu,
pemeriksaan kultur urin dan uji sensitivitas antibiotik perlu dilakukan sebelum
pemberian terapi agar pengobatan yang diberikan lebih tepat dan mengurangi
risiko resistensi.
Kata Kunci: Sensitivitas Antibiotik, Infeksi Saluran Kemih, Kultur Urin, Vitek 2
Compact.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:58 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:58 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7377 |
