Radiyah, Najwatur (2026) GAMBARAN KADAR ASAM URAT PENDERITA GANGGUAN GINJAL YANG MELAKUKAN HEMODIALISA DI RSUD Dr. R.M. DJOELHAM BINJAI. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Medan.
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (311kB) | Preview
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (624kB) | Preview
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (269kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (376kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (217kB)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Penurunan fungsi filtrasi ginjal pada penderita gangguan ginjal menyebabkan akumulasi zat sisa metabolisme, termasuk asam urat, yang berisiko memicu hiperurisemia. Terapi hemodialisis berfungsi menggantikan peran fungsional ginjal dalam mengekskresikan sisa metabolisme tersebut, namun kadar asam urat pasien dapat bervariasi akibat perubahan metabolisme purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada penderita gangguan ginjal yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Penelitian dilaksanakan di Unit Hemodialisa RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan kadar asam urat darah dilakukan menggunakan alat automatic chemistry analyzer Respons 910 dengan spesimen berupa serum pasien. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi karakteristik responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden, mayoritas mengalami hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat yaitu sebanyak 26 orang (74,3%), sedangkan 9 orang (25,7%) mellmiliki kadar normal. Berdasarkan karaktellristik data, pellningkatan kadar asam urat lebih mendominasi pada kelompok laki laki (84,2%), kelompok usia dewasa (87,5%), penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium 5 (84,6%), serta pasien dengan durasi terapi hemodialisa selama 1 2 tahun (92,9%). Mayoritas penderita gangguan ginjal yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai mengalami peningkatan kadar asam urat. Pemantauan kadar asam urat secara berkala serta pengelolaan pola hidup sehat sangat disarankan untuk menekan risiko komplikasi klinis lebih lanjut.
Kata Kunci : Asam Urat, Gangguan Ginjal, Hemodialisa
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 07:27 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 07:27 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7399 |
