DAYA TERIMA DAN MUTU KIMIA TEMPE DENGAN FORTIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN NILA (Oreochromis Niloticus)

SIBURIAN, MESTIKA DORMAULI (2026) DAYA TERIMA DAN MUTU KIMIA TEMPE DENGAN FORTIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN NILA (Oreochromis Niloticus). Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (241kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (548kB) | Preview
[thumbnail of BAB III]
Preview
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (418kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (322kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Tempe merupakan pangan fermentasi sumber protein nabati dengan kandungan kalsium yang relatif rendah sehingga diperlukan fortifikasi untuk meningkatkan nilai gizinya. Tepung tulang ikan nila merupakan salah satu sumber kalsium yang berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya terima dan mutu kimia tempe dengan fortifikasi tepung tulang ikan nila (Oreochromis niloticus).
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu T0 (100 g kacang kedelai), T1 (100 g kacang kedelai + 3 g tepung tulang ikan nila), dan T2 (100 g kacang kedelai + 5 g tepung tulang ikan nila), masing-masing dengan dua kali pengulangan. Uji daya terima dilakukan pada 32 panelis ibu hamil menggunakan uji hedonik warna, tekstur, rasa, dan aroma. Mutu kimia dianalisis berdasarkan kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kalsium. Data dianalisis secara univariat dan diuji menggunakan Kruskal–Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan perlakuan T2 merupakan perlakuan yang paling disukai secara keseluruhan. Nilai tekstur dan aroma tertinggi diperoleh pada T2 masing-masing sebesar 4,10, sedangkan warna dan rasa tertinggi terdapat pada T1 masing-masing sebesar 3,96 dan 4,10. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan hanya parameter tekstur yang berbeda signifikan (ρ=0,012), sedangkan warna (ρ=0,346), rasa (ρ=0,761), dan aroma (ρ=0,221) tidak berbeda signifikan. Perlakuan T2 memiliki mutu kimia terbaik dengan kadar air 61,89%, abu 3,23%, protein 18,15%, lemak 10,91%, karbohidrat 5,57%, dan kalsium 888,26 mg/100 g.
Fortifikasi tepung tulang ikan nila 5 g menghasilkan tempe dengan daya terima yang baik dan meningkatkan nilai gizi tempe terutama pada kandungan kalsiumnya. Penelitian lanjutan disarankan mengkaji daya simpan produk.
Kata kunci: tempe, tepung tulang ikan nila, fortifikasi, daya terima, mutu kimia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 01 Sep 2026 06:23
Last Modified: 01 Sep 2026 06:23
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7524

Actions (login required)

View Item
View Item