Fadila, Nurul Rahmatul (2026) Kejadian Kalkulus pada An. R Umur 13 Tahun DIsertai Dengan Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi di UPT SMP Negeri 31 Medan. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
cover udah scan.pdf - Published Version
Download (794kB) | Preview
BAB 1.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
BAB2.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
BAB3.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 bahwa menunjukkan prevalensi tindakan pembersihan karang gigi (scaling) pada kelompok umur 12-15 tahun menurut (WHO) tahun 2023 sebanyak 2,8-6,1%. Prevalensi gingivitis pada kelompok 12-15 tahun menurut (WHO) tahun 2023 sebanyak 5,7-8,2%. Karang gigi dapat menyebabkan inflamasi gingiva, bau mulut, hingga penyakit periodontal apabila tidak ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami penyebab, gejala , serta pengelolaan kasus karang gigi pada pasien An. R usia 13 tahun yang disertai kebiasaan mengunyah satu sisi di UPT SMP Negeri 31 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang meliputi pemeriksaan klinis, serta pengukuran kebersihan gigi menggunakan indeks Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Data juga diperoleh melalui kuesioner untuk menilai aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan pasien terkait kesehatan gigi dan mulut. Selain itu dilakukan tindakan scaling pada pasien An. R. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penumpukan kalkulus dengan skor OHI-S sebelum tindakan sebesar 2,6 (kategori sedang). Faktor penyebab meliputi kebiasaan mengunyah satu sisi, pengetahuan yang rendah, serta perilaku pemeliharaan kebersihan gigi yang belum optimal. Tindakan scaling dilakukan untuk menghilangkan kalkulus, disertai edukasi mengenai waktu yang tepat menyikat gigi, dan perubahan kebiasaan. Setelah perawatan, skor OHI-S menurun menjadi 0 (kategori baik). Kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa penyebab kebiasaan mengunyah satu sisi adalah terbentuknya karang gigi. Skor OHI-S sebesar 2,6 (kategori sedang). Perawatan yang tepat dengan kebiasaan mengunyah satu sisi adalah tindakan scaling.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Kesehatan Gigi |
| Depositing User: | Miss Pranindita Dwi Fadhilah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 02:39 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7552 |
