ARYA GUNA ANGGARA, ARYA GUNA ANGGARA (2026) FORMULASI SEDIAAN DEODORANT SPRAY EKSTRAK DAUN KETUMBAR (Coriandrum sativum L.). Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
File 1 ( Cover - Sebelum Bab I).pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
File _ 2 _ Bab I.pdf - Published Version
Download (309kB) | Preview
File _ 3 _ Bab II.pdf - Published Version
Download (524kB) | Preview
File _ 4 _ Bab III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (466kB)
File _ 5 _ Bab IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (368kB)
File _ 6 _ Bab V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (182kB)
File _ 7 _ Dapus dan Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB) | Preview
Abstract
Bau badan merupakan masalah yang sering dialami masyarakat akibat aktivitas bakteri pada permukaan kulit yang menguraikan komponen keringat menjadi senyawa volatil penyebab bau tidak sedap. Upaya untuk mengatasi masalah bau badan adalah penggunaan deodorant. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk mencegah bau badan yaitu daun ketumbar (Coriandrum sativum L.), daun ketumbar diketahui memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan deodorant spray.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun ketumbar dapat diformulasikan menjadi sediaan deodorant spray, serta pada konsentrasi berapakah ekstrak daun ketumbar dapat dibuat menjadi deodorant spray yang
stabil. Jenis penelitian yang digunakan ialah eksperimental dengan desain penelitian menggunakan desain Post-Test Only Control Group Design dengan formulasi deodorant spray ekstrak daun ketumbar pada konsentrasi 1%, 2%, dan
3%. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%. Sediaan deodorant spray yang dihasilkan kemudian dievaluasi meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya semprot, iritasi, hedonik ,dan stabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula deodorant spray
menghasilkan sediaan cair yang homogen, stabil selama penyimpanan 21 hari, serta memenuhi persyaratan pH kulit (4,5–6,5). Hasil uji daya semprot berada pada rentang 5–7 cm dan tidak menimbulkan iritasi pada 20 sukarelawan.
Berdasarkan uji hedonik, formula F2 (konsentrasi 2%) merupakan formula yang paling disukai.
Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak daun ketumbar (Coriandrum sativum L.) konsentrasi 1%, 2%, dan 3% dapat diformulasikan menjadi sediaan deodorant spray, semua formula deodorant spray memenuhi persyaratan uji stabilitas serta evaluasi fisik meliputi organoleptis, pH, homogenitas, uji daya semprot, hasil uji iritasi dan uji hedonik yang memenuhi kriteria penerimaan selama penelitian.
Kata kunci: Deodorant spray, ekstrak, daun ketumbar.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 07:45 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 07:45 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7566 |
