Boangmanalu, Fitri Verawati (2026) PENERAPAN TERAPI RELAKSASI SEDERHANA : RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENGONTROL AMARAH PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT JIWA Prof Dr .M. ILDREM MEDAN TAHUN 2026. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
FITRI _Cover.pdf
Download (7MB) | Preview
FITRI_BAB 1.pdf
Download (313kB) | Preview
FITRI_BAB 2.pdf
Download (472kB) | Preview
FITRI_BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
FITRI_BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (555kB)
FITRI_BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
FITRI_DAPUS.pdf
Download (306kB) | Preview
Abstract
Latar Belakang: Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang sering terjadi pada pasien skizofrenia akibat ketidakmampuan mengontrol amarah dan emosi. Kondisi ini dapat membahayakan diri sendiri, orang lain,maupun lingkungan sekitar. Data WHO tahun 2022 menunjukkan bahwa skizofrenia dialami sekitar 24 juta orang di dunia, sedangkan di Indonesia prevalensi gangguan jiwa berat terus meningkat. pada Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan, jumlah pasien rawat inap yang terkena gangguan skizofrenia tahun 2023 mencapai sekitar 1.528 orang. Selama tahun 2023-2024, jumlah pasien dengan gangguan jiwa, termasuk skizofrenia, tercatat ribuan, dengan pasien isolasi sosial sebanyak 1.000 jiwa pada 2024.
Tujuan Studi Kasus: Menggambarkan penerapan terapi relaksasi sederhana : relaksasi nafas dalam untuk mengontrol amarah pada pasien perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Tahun 2026.
Metode Studi Kasus: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Intervensi berupa relaksasi nafas dalam dilakukan selama 7 hari dengan durasi 10–15 menit sebanyak dua kali sehari.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, pemeriksaan fisik, catatan perkembangan harian, dan lembar observasi perilaku sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Setelah dilakukan terapi relaksasi nafas dalam, kedua subjek menunjukkan penurunan tingkat amarah dan perilaku kekerasan. Pasien tampak lebih tenang, mampu mengontrol amarah, serta terjadi penurunan tanda-tanda fisik perilaku kekerasan seperti napas cepat, tangan mengepal, dan ekspresi wajah tegang. Selain itu, pasien lebih kooperatif dan mampu mengikuti instruksi dengan baik.
Kesimpulan dan Saran: Terapi relaksasi nafas dalam efektif membantu mengontrol amarah pada pasien perilaku kekerasan. Intervensi ini dapat digunakan sebagai tindakan mandiri perawat dalam membantu pasien mengendalikan amarah dan menurunkan risiko perilaku kekerasan di rumah sakit jiwa.
Kata Kunci:Mengontrol Amarah, Relaksasi, Perilaku Kekerasan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Keperawatan Kemenkes Poltekkes Medan > Prodi D3 Keperawatan Dairi > KTI Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Dairi |
| Depositing User: | Rugun Togianur Lingga |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 02:13 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 02:13 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7577 |
