Abdul, Wahid (2026) BIOAKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (193kB) | Preview
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (405kB) | Preview
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (475kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (566kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (183kB)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan tanaman yang umum digunakan
dalam pengobatan tradisional karena mengandung senyawa bioaktif seperti alisin,
flavonoid, dan senyawa organosulfur yang berpotensi sebagai antioksidan.
Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas penyebab stres
oksidatif dan berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bioaktivitas antioksidan ekstrak etanol bawang putih melalui
identifikasi senyawa metabolit sekunder dengan skrining fitokimia serta analisis
aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil)
yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif dan kuantitatif dengan desain deskriptif. Dilaksanakan di Laboratorium
Farmasi Terpadu Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Medan. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol
50% dengan rendemen sebesar 43,5%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan
ekstrak bawang putih positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan
terpenoid, namun negatif terhadap fenol dan tanin. Pengukuran diperoleh panjang
gelombang maksimum DPPH sebesar 516,786 nm dengan operating time 30 menit.
Nilai IC50 ekstrak etanol bawang putih sebesar 921,5 ppm (kategori sangat lemah),
jauh lebih tinggi dibandingkan larutan pembanding asam askorbat dengan IC50
3,527 ppm (kategori sangat kuat). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bawang
putih dengan pelarut etanol 50% mengandung senyawa metabolit sekunder yang
berpotensi antioksidan, namun aktivitas antioksidannya tergolong sangat lemah
berdasarkan uji DPPH.
Kata Kunci: bawang putih, antioksidan, IC50 , etanol 50%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 01:50 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 01:50 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7807 |
