RIZKY ADI PUTRA SIAGIAN, RIZKY ADI PUTRA SIAGIAN (2026) GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RS DJOELHAM. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
KTI (1).pdf - Published Version
Download (4MB) | Preview
KTI (2).pdf - Published Version
Download (4MB) | Preview
KTI (3).pdf - Published Version
Download (4MB) | Preview
KTI (4).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
KTI (5).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
KTI (6).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
KTI (7).pdf - Published Version
Download (4MB) | Preview
Abstract
Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara menetap. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien GGK adalah anemia yang disebabkan oleh penurunan produksi eritropoietin, sehingga memerlukan terapi farmakologis yang tepat. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi penyakit ginjal kronik pada penduduk Indonesia berusia ≥15 tahun yang didiagnosis oleh dokter tercatat sebesar 0,18%. Data tersebut juga menunjukkan bahwa prevalensi penyakit ginjal kronik cenderung meningkat pada kelompok usia lanjut, serta pada individu yang memiliki komorbiditas seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Berdasarkan uraian data rekam medis pasien rawat inap periode Januari– Desember 2025 RSUD DR Rm Djolham Binjai , penyakit GGK berada di peringkat 8 dari 10 besar penyakit terbesar di Rumah Sakit Tersebut.Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anemia pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai berdasarkan karakteristik pasien serta distribusi penggunaan obat anemia.
Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien periode Januari–Desember 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 46– 55 tahun sebanyak 12 pasien (38,7%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 18 pasien (58,1%). Penggunaan obat anemia yang paling banyak adalah Epoetin Alfa dari golongan Erythropoiesis-Stimulating Agent (ESA) sebanyak 14 pasien (45,2%), diikuti Ferrous Sulfate sebanyak 8 pasien (25,8%), Asam Folat sebanyak 5 pasien (16,1%), dan Vitamin B12 sebanyak 4 pasien (12,9%).
Dapat disimpulkan bahwa terapi anemia pada pasien GGK di RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai didominasi oleh penggunaan Epoetin Alfa sebagai terapi utama, sedangkan suplementasi besi dan vitamin digunakan sebagai terapi pendukung
sesuai kondisi klinis pasien.
Kata kunci: gagal ginjal kronik, anemia, penggunaan obat, erythropoiesis-stimulating agent, Epoetin Alfa
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 07:50 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 07:50 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7821 |
