UJI MUTU FISIK DAN UJI MUTU KIMIA BAKSO IKAN PATIN DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN ANAK STUNTING

PANJAITAN, SABRINA (2026) UJI MUTU FISIK DAN UJI MUTU KIMIA BAKSO IKAN PATIN DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN ANAK STUNTING. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (286kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (549kB) | Preview
[thumbnail of BAB III]
Preview
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (504kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (523kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (272kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Di Indonesia, salah satu masalah gizi pada balita adalah stunting, yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan anak. Langkah - langkah penanggulangannya dapat dilakukan dengan diversifikasi produk pangan yang dapat menjadi makanan tambahan kaya protein dan mudah diterima oleh anak, seperti produk bakso.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji mutu fisik dan uji mutu kimia bakso ikan patin dengan penambahan daun kelor sebagai makanan tambahan anak stunting.
Uji organoleptik dilakukan oleh 35 panelis. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan, yaitu: perlakuan A (Ikan Patin 105 gr + Daun kelor 15 gr), perlakuan B (Ikan Patin 100 gr + Daun kelor 10 gr), dan perlakuan C (Ikan Patin 95 gr + Daun kelor 5 gr), Hasil yang diperoleh adalah perlakuan A, selanjutnya di uji mutu kimia bakso yang paling disukai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A, dengan nilai rata - rata Warna (4,30), Tekstur (4,30), Rasa (4,46), Dan Aroma (4,32). Hasil uji mutu kimia menunjukkan bakso memenuhi SNI 7266:2017 Meliputi Kadar Air (62,4%), Kadar Abu (0,92%), Lemak
(3%), Protein (6,28%), Karbohidrat (17,5%) dan Energi (122,12 Kkal), yang diuji di Laboratorium Badan Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri, Medan.
Bakso ikan patin dengan penambahan daun kelor ini berpotensi menjadi alternatif sebagai makanan tambahan untuk balita stunting karena diperoleh protein (6,28%). Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, protein anak usia 4-6 tahun 2,5 gr/hari atau 10% dari nilai AKG artinya bakso dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan protein bagi anak - anak usia 4 hingga 6 tahun dengan cara mengkonsumsi 3 potong (60 gr/hari) setara dengan 3,6 gr/hari protein.
Kata kunci : Stunting, Makanan Tambahan, Bakso, Ikan Patin, Daun Kelor

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 17 Sep 2026 09:00
Last Modified: 17 Sep 2026 09:00
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7875

Actions (login required)

View Item
View Item